01

Jun

Perbedaan Komunikasi Interpersonal Di Dunia Nyata Dan Di Media Sosial

SURABAYA. Mungkin Anda sudah terbiasa dengan media sosial, kan? Ya, platform digital yang memungkinkan kita berinteraksi secara virtual telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Pola komunikasi kita di media sosial ini sebenarnya cukup unik. Banyak hal yang memengaruhi cara kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain di platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya.

Komunikasi interpersonal di dunia nyata berbeda dengan di media sosial. Di dunia nyata, kita bisa bertatap muka dengan orang yang kita ajak bicara, mendengar suaranya, melihat ekspresinya, bahkan merasakan kehadiran mereka. Sedangkan di media sosial, kita hanya bisa berinteraksi lewat tulisan dan kadang-kadang foto atau video. ada beberapa perbedaan komunikasi interpersonal di dunia nyata dan di media sosial yaitu:

Kurangnya Unsur Non-Verbal

Kita kehilangan aspek komunikasi non-verbal seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan nada suara saat berinteraksi di media sosial. Ini dapat menyebabkan kesalahpahaman karena makna pesan dapat berubah tergantung pada cara kita mengucapkannya. Misalnya, jika seseorang mengucapkan sebuah kalimat dengan senyum dan nada bercanda, itu bisa terdengar ramah, tetapi jika diucapkan dengan wajah datar dan nada dingin, itu bisa terdengar sinis.

 

Anonim

Media sosial memungkinkan Anda bersikap anonim. Kita memiliki kemampuan untuk menyembunyikan identitas kita dan berinteraksi dengan orang lain tanpa mengetahui identitas sebenarnya kita. Anonimitas ini dapat digunakan untuk menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian. Meskipun faktanya, sebagian besar orang akan berpikir dua kali sebelum melakukan hal yang sama karena khawatir identitas mereka akan diketahui orang lain.

Dengan memahami perbedaan-perbedaan ini, kita bisa lebih bijak dalam berkomunikasi di media sosial. Jangan mudah terprovokasi dan selalu verifikasi informasi yang kita terima. Gunakan media sosial untuk hal-hal positif seperti memperluas wawasan, berbagi informasi berguna, atau sekadar menghibur diri. (Celmia)

 

Referensi artikel: Watie, Errika Dwi Setya. "Komunikasi dan media sosial (communications                              and social media)." Jurnal The Messenger 3.2 (2016): 69-74.

Sumber gambar:  http://www.kompas.com/skola/read/2022/09/08/113139869/komunikasi-interpersonal-definisi-dan-karakteristik