Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jul
Pada era digital saat ini, kita berkembang
didalam dunia yang lebih terkoneksi antara satu sama lain. Teknologi telah
memberikan kemudahan luar biasa dalam berkomunikasi, pesan dapat dikirim dalam
hitungan detik, panggilan video memungkinkan pertemuan jarak jauh, dan media
sosial menjadi wadah untuk berbagi momen dalam sekejap. Namun beberapa orang
masih banyak yang merasa tidak dipahami atau belum paham mengenai komunikasi
antar satu sama lain. Mengapa banyak hubungan, baik dalam keluarga, teman,
termasuk pasangan mengalami hambatan miskomunikasi?
Perbedaan persepsi dalam
berkomunikasi yang sering kali tidak selalu dipahami Ketika berkomunikasi.
Salah satu penyebab utama adalah perbedaan persepsi. Setiap individu memiliki
latar belakang, pengalaman, dan emosi yang berbeda-beda dapat mempengaruhi cara
mengartikan sebuah pesan. Di balik setiap kata yang diucapkan, ada emosi yang
seharusnya tersampaikan. Namun, karena minimnya komunikasi emosional juga dapat
berpotensi terjadi kesalahpahaman yang semakin besar dan juga dapat berujung
pada konflik. Meskipun teknologi memudahkan komunikasi, justru kualitas
komunikasi kerap menurun. Karena banyaknya interaksi dan minimnya pemahaman,
kita lebih banyak mengetik daripada berbicara, lebih seringnya memberikan
komentar dibandingkan mendengarkan. Akibatnya, hubungan yang seharusnya
dibangun dengan keterbukaan dan kepercayaan justru terasa dangkal dan rentan
terhadap kesalahpahaman.
Bagaimana
kita bisa mengatasi hambatan ini? Kita dapat mempelajari dengan belajar untuk
benar-benar mendengarkan. Mendengar bukan hanya sekadar mendengar, melainkan
kita juga dapat memahami makna didalamnya. Gunakan komunikasi yang jelas dan
empatik. Jangan ragu untuk mencerminkan ketulusan. Dalam dunia yang semakin
sibuk ini, komunikasi yang bermakna adalah kunci utama dalam menjaga hubungan
yang sehat dan harmonis. Jangan sampai pesan yang disampaikan hilang dalam
kemelut kemajuan digital.
Referensi :
Nurdianti, S. R. (2014). Analisis Faktor-Faktor
Hambatan Komunikasi dalam Sosialisasi Program Keluarga Berencana pada
Masyarakat Kebon Agung Samarinda. Jurnal
Ilmu Komunikasi, 2(2),
145-159.
Malik, A. (2021). Hambatan komunikasi dalam
perkuliahan daring pada masa pandemi Covid-19. Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 78-84.
Nuzuli, A. K., & Astria, K. K. (2021). Pembelajaran On Line Di Perguruan Tinggi:
Analisis Hambatan Komunikasi. Bina'Al-Ummah, 16(1), 25-36.