Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jun
Di era modern saat ini sudah banyak tersedia
platform media sosial yang dapat mendukung seseorang untuk menunjukkan
kemampuan yang dimilikinya. Setiap orang memiliki ciri yang khas pada dirinya.
Hal tersebut akan membentuk suatu keunikan diri yang tidak hanya sebagai
pembeda namun mulai dipahami sebagai upaya untuk mengembangkan diri. Personal
branding adalah suatu proses membangun persepsi masyarakat atas aspek-aspek
yang dimiliki oleh seseorang, diantaranya memiliki kemampuan, nilai-nilai,
kepribadian, dan bagaimana cara menghadirkan persepsi positif dari masyarakat
yang nantinya dapat digunakan sebagai media pemasaran.
Media sosial seperti Instagram, tiktok,
twitter, dan linkedIn memiliki kekuatan yang luar biasa untuk bisa membentuk
personal branding. Melalui apa yang
diunggah dari seseorang, kitab isa melihat bagaimana representasi diri dan
karakter individu tersebut. Membangun
personal branding di media sosial memerlukan waktu, konsistensi, dan dedikasi.
Saat ini para perusahaan banyak yang menggunakan personal branding untuk
mempromosikan produknya kepada masyarakat.
Menurut Haroen (2014) personal branding dibagi
menjadi dua macam yaitu:
Konsistensi adalah kunci dan branding pastikan profil yang menarik, buat
konten yang berualitas, dan menggunakan hastag yang relevan untuk menjangkau
audiens yang lebih luas. Personal branding yang kuat dalam dunia professional
dan pribadi, membuka peluang baru, dan memperkuat jaringan. (Dhea Ayu)
Referensi:
Christanisa Shintadea. 2021. Analisa
Faktor-Faktor Dalam Membangun Personal Branding Seorang Influencer.
Angelika Vanesha, Setyanto Yugih. 2019. Media Sosial Dalam Pembentukan Personal Branding (Studi Pada Instagram Alberta Claudia)
Freepick