05

Jun

Pentingkah Membangun Personal Branding di Media Sosial

Di era modern saat ini sudah banyak tersedia platform media sosial yang dapat mendukung seseorang untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. Setiap orang memiliki ciri yang khas pada dirinya. Hal tersebut akan membentuk suatu keunikan diri yang tidak hanya sebagai pembeda namun mulai dipahami sebagai upaya untuk mengembangkan diri. Personal branding adalah suatu proses membangun persepsi masyarakat atas aspek-aspek yang dimiliki oleh seseorang, diantaranya memiliki kemampuan, nilai-nilai, kepribadian, dan bagaimana cara menghadirkan persepsi positif dari masyarakat yang nantinya dapat digunakan sebagai media pemasaran.

Media sosial seperti Instagram, tiktok, twitter, dan linkedIn memiliki kekuatan yang luar biasa untuk bisa membentuk personal branding. Melalui apa  yang diunggah dari seseorang, kitab isa melihat bagaimana representasi diri dan karakter individu tersebut.  Membangun personal branding di media sosial memerlukan waktu, konsistensi, dan dedikasi. Saat ini para perusahaan banyak yang menggunakan personal branding untuk mempromosikan produknya kepada masyarakat.

Menurut Haroen (2014) personal branding dibagi menjadi dua macam yaitu:

  1. Asli: personal branding yang tidak dibuat-buat.
  2. Palsu: Personal branding yang dibuat atau disengaja.

Konsistensi adalah kunci dan  branding pastikan profil yang menarik, buat konten yang berualitas, dan menggunakan hastag yang relevan untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Personal branding yang kuat dalam dunia professional dan pribadi, membuka peluang baru, dan memperkuat jaringan. (Dhea Ayu)

 

 

Referensi:

Christanisa Shintadea. 2021. Analisa Faktor-Faktor Dalam Membangun Personal Branding Seorang Influencer.

Angelika Vanesha, Setyanto Yugih.  2019. Media Sosial Dalam Pembentukan Personal Branding (Studi Pada Instagram Alberta Claudia)

Freepick