11

Jul

Melihat Pelepasan Mahasiswa dalam Pelaksanaan KKN Reguler di Mojokerto

Kuliah Kerja Nyata atau KKN reguler semester genap tahun ajaran 2022/2023 resmi dilaksanakan selama 12 hari. Pada Senin, 3 Juli 2023 UNTAG Surabaya melepas sebanyak 1.124 mahasiswanya yang terbagi dari berbagai jurusan, yakni manajemen, ekonomi pembangunan, hukum, teknik industri, teknik informatika, teknik mesin, dan masih banyak lagi. Khususnya ada pun mahasiswa ilmu komunikasi yang turut berpartisipasi dalam kegiatan KKN reguler tersebut.

Kelompok KKN terbagi menjadi 35 tim yang masih-masing tim nya berisi sebanyak kurang lebih 32 mahasiswa dari jurusan yang berbeda-beda. 35 tim ini menempati lima kecamatan dengan desa yang berbeda pula. Seperti kelompok milik Hans Obed Christian merupakan mahasiswa ilmu komunikasi semester enam yang menempati kelompok R30 dan mengabdi di desa Payungrejo, kecamatan Kutorejo. Mahasiswa yang kerap disapa dengan Obed itu menjelaskan jika dirinya merupakan ketua dari kelompok R30.

‘’Saya sebagai ketua kelompok, jobdesknya mengkoordinasi temen-temen yang lainnya agar tetap ditrack sama seperti kemauan LPPM dan menghubungkan antara kelompok dengan perangkat desa yang kami tempati.’’ ujar Obed. Dirinya sendiri memiliki program kerja bernama Pelatihan Pemasaran Pada Produk Lokal Desa Payungrejo Melalui Media Online yang berfokus pada memberi pelatihan kepada UMKM, BUMDes, dan ibu-ibu PKK dalam pemasaran produk lokal desanya melalui media online.

Kelompok R30 ini didampingi oleh DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) yakni Muizzu Nurhadi, SS., M.Hum merupakan dosen dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Tugas dari seorang DPL pun menemani dan menjadi pemeriksa untuk pekerjaan proker anggota tim yang sudah diampu. Program kerja dalam pelaksanaan KKN pun di setiap kelompok dipegang secara individu, sehingga sebanyak 30 proker dilaksanakan secara beruntut selama 12 hari.

Tidak hanya Obed saja, kisah dari Aulia Oktavia yang menempati tim R5 yang mengabdi di desa Bening, kecamatan Gondang dengan dosen pembina lapangan yakni Mochammad Fredy, S.Pd., M.Pd merupakan dosen FIB. Mahasiswi yang kerap disapa dengan Aulia itu memiliki proker bernama Pelatihan Pembuatan Tempat Sampah Dari Daur Ulang Sampah Anorganik, ‘’Di desa Bening itu kan punya Bank Sampah, nah sayangnya memiliki kekurangan yakni sampah yang selesai dipakai masyarakat desa sana menjadi menumpuk dan nggak tau mau dibuat apa, biasanya ibu-ibu di sana kalo sampah anorganiknya numpuk cuma dikasi ke pengepul dan nggak diapa-apain, akhirnya aku mikir perlu tercipta inovasi baru dari pemanfaatan sampah anorganik dengan membuat tong sampah dari sampah botol yang masih layak dipakai.’’ jelas Aulia, proker miliknya ini ditujukan pada ibu-ibu PKK dan para penggiat Bank Sampah.

Sedangkan kisah dari mahasiswi ilmu komunikasi yakni Eliza Qouturnada yang tergabung dalam tim R14 yang mengabdi di desa Segunung, kecamatan Dlanggu dengan dosen pembina lapangan yakni Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom merupakan salah satu dosen ilmu komunikasi, FISIP. Mahasiswa yang kerap disapa dengan Eliza itu memiliki proker yakni, ‘’Jadi prokerku tuh memanfaatkan media tanam dari sampah organik, fokusnya ke ibu-ibu rumah tangga yang ada di dusun sana, nah aku rencana mau buat kelompok wanita tani dan aku nanti meminta para ibu-ibu ini buat ngumpulin sisa sampah organik mereka untuk jadi lapisan pupuk terdalam, nah baru atasnya baru benih dari tanaman, terus kalo udah jadi tanaman-tanaman ini akan ditaruh di depan rumah setiap warga dusun Segunung.’’ terang Eliza.

Diketahui sebanyak sembilan dosen ilmu komunikasi menjadi DPL tim KKN Reguler di kabupaten Mojokerto yang telah dibagi oleh panitia KKN dari dosen ilmu komunikasi yakni Herlina Kusumaningrum, S. Sos., MA, ‘’Harapan saya mahasiswa KKN mampu membuat program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Sebagai informasi KKN periode 2023 ini mengambil tema Penguatan Ikon Berbasis Potensi Lokal, demikian saya berharap mahasiswa mampu menggali potensi lokal yang ada di kabupaten Mojokerto dan mampu membuat inovasi sehingga masyarakat berdaya.’’ jelas Herlina Kusumaningrum, S. Sos., MA, selaku sekretaris dari panitia KKN.

Luaran untuk seluruh mahasiswa UNTAG Surabaya dalam pengerjaan KKN tersebut tidak jauh berbeda, khususnya mahasiswa ilmu komunikasi wajib memenuhi luaran yakni; publikasi media massa, tetapi ada pula tambahan untuk luaran setiap individunya yakni produk, rekayasa sosial, buku panduan. Tentu saja kehadiran para mahasiswa UNTAG Surabaya dalam pelaksanaan KKN yang tersebar di banyak desa dari lima kecamatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang ada di sana karena adanya para mahasiswa KKN akan merubah potensi dari desa tersebut menjadi lebih baik. (Yulita Intania Putri Herawati)