27

Des

Literasi Digital Seputar Pengindraan Hoax Politik Menuju Pemilu 2024

Surabaya, 19 Desember 2023 – Pada tanggal 2 dan 7 Desember 2023, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjadi tuan rumah kegiatan “Sekolah Kebangsaan” yang menitikberatkan pada Literasi digital dalam penangkalan Hoax menjelang Pemilu 2024. Dengan mengangkat judul "Pengindraan Hoax untuk Pemilu". Acara ini dihadiri oleh mahasiswa semester 1, 3 dan 5 khususnya yang berusia 17-20 tahun sebagai kategori pemilih pemula pemilu di tahun 2024.

Sejak awal program ini dibentuk oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), Sekolah Kebangsaan Tular Nalar bertujuan untuk menghadirkan materi literasi seputar demokrasi dalam dunia digital, salah satunya adalah dengan memberi pemahaman kepada pemilih pemula seputar pemilu, mulai dari bagaimana cara memilah informasi para paslon, hingga tahapan saat hari H pemilu 2024. Santri Indra Astuti, Program Manager Tular Nalar menyampaikan dalam sambutannya, "..Kami harap semoga dengan adanya kegiatan Tular Nalar apa yang kita dapat bukan hanya sekedar ilmu saja namun juga diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. apalagi arus informasi sangat menantang di tengah era Pemilu sehingga ini menjadi tantangan kita saat ini dalam memilah informasi.”

Materi dalam Sekolah Kebangsaan ini mencakup analisis konten berita, teknik identifikasi hoax, pencegahan penyebaran informasi palsu, dan pendaftaran data diri sebagai pemilu di website Cek DPT Online milik KPU. Beberapa Dosen dari Ilmu Komunikasi Untag Surabaya dan Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur turut menjadi Narasumber dalam kegiatan ini. "Sekolah Kebangsaan adalah wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga masyarakat dalam mendukung pembangunan demokrasi yang berkualitas." Ujar Dr. Merry Fridha Tri Palupi, M.Si., Dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya yang sekaligus menjadi narasumber.

Setelah mengikuti kegiatan, Malinda dan Elvira, mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 3 yang menjadi peserta kegiatan ini juga membagikan testimoninya, “Di kegiatan ini, kita belajar bagaimana cara meminimalisir terjadinya hoax-hoax yang beredar agar tidak merugikan pihak-pihak tertentu, apalagi sebentar ini pemilu. Kita juga diajarkan bagaimana prosedur pemilu nantinya sebagai pemilih pemula," ungkap keduanya.

Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah aktif dalam mendukung keberlangsungan demokrasi yang berkualitas, menghadirkan kesadaran dan pemikiran yang kritis akan pentingnya literasi digital dalam menghadapi arus informasi yang pesat, terutama dalam menangkal pemberitaan dan informasi hoax periode menjelang Pemilu. Dalam kegiatan ini, peserta juga dilibatkan pada interaksi dan diskusi aktif mengenai analisis konten berita, teknik identifikasi hoax, dan pencegahan penyebaran informasi palsu.

Penulis: Dinda Nur Amalia