Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Okt
Senin, 1 Oktober 2023 Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNTAG Surabaya melaksakan kegiatan kuliah tamu yang berkolaborasi dengan University Of Philippines. Kelas kolaborasi ini mengangkat tema “Emerging Trends in Media and Communication Research : Comparison of Indonesia and Philippines”. Kegiatan berlangsung di Auditorium Lt 6 Gedung Pusat Yayasan dan Rektorat. Turut hadir secara langsung Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi beserta dosen.
Dekan FISIP UNTAG Surabaya, Dr. Dra. Ayun Maduwinarti, MP menyampaikan harapannya melalui kegiatan kuliah tamu, “Ini tentu saja merupakan kesempatan luar biasa untuk mengembangkan potensi diri kita, khususnya dalam memahami tren pencitraan penelitian media dan komunikasi” tuturnya.
Kegiatan yang menghadirkan Dekan University Of Philippines, Dr. Fernando Paragas, Ketua Departemen Riset Komunikasi, Dr. Randy Jay C. Solis, Pakar Komunikasi dan Media, Dr. Juliene Baldo-Cubelo disambut baik dan penuh antusias oleh mahasiswa prodi Ilkom Untag Surabaya.
Materi yang disampaikan oleh Dr. Fernando Paragas adalah tentang produk media massa yang bersegmen pada gender, ruang, dan platform. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa sebuah produk yang ditampilkan di media massa sangat merepresentasikan segmen produk tersebut. Sehingga, tidak sedikit konten periklanan yang bergantung pada gender dan umur dari pemeran iklan. Hal tersebut terjadi agar minat masyarakat untuk tertarik dan membeli sebuah produk semakin tinggi.
Dalam melakukan studi kasus, beberapa hal harus diperhatikan dan dijalankan. Seperti melakukan riset tentang apa yang ingin dikaji, apakah fenomena tersebut terjadi, hingga seberapa penting meneliti fenomena itu. Dalam hal ini, Dr. Randy Jay C. Solis melakukan penelitian tentang fenomena digitalisasi media dan komunikasi yang terjadi dalam keluarga pekerja migrasi di Hong Kong. Para pekerja migran yang diteliti oleh Dr. Randy rata-rata bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Turun langsung ke lapangan dan melakukan interaksi dengan keluarga pekerja migran membuat apa yang diteliti oleh Dr. Randy menjadi luas dan kompleks untuk dikaji. “Kita punya persamaan antara Filipina dan Indonesia tentang pekerja migran yang berada di Hong Kong, yaitu efek negatif kepada anak ketika ayah/ibu bekerja di luar negeri” tuturnya. Anak yang ditinggal orangtuanya bekerja di luar negeri, cenderung kurang perhatian. Contoh kemajuan digitalisasi media dan komunikasi bagi para pekerja migran seperti yang awalnya hanya melalui surat, hingga saat ini bisa kapan saja dan dimana saja bisa mengirim pesan kepada keluarga. Masih banyak contoh kemajuan digitalisasi media dan komunikasi lainnya di era sekarang. Selain mempermudah akses untuk terhubung satu sama lain dan menjadi lebih cepat mendapatkan informasi terbaru, tetapi yang perlu diingat adalah adanya efek negatif yang disebabkan oleh kemajuan digitalisasi media dan komunikasi. Untuk itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dan selektif dalam menerima dan menggunakan digitalisasi media dan komunikasi.
Selain fenomena digitalisasi media dan komunikasi yang berpengaruh terhadap pekerja migran, ada “percakapan sulit” antara orang tua dan anak di era digitalisasi media dan komunikasi. Menurut Dr. Juliene Baldo-Cubelo, di era sekarang banyak orangtua ketika memanggil anaknya yang berusia di bawah 10 tahun dengan nada tinggi. Setelah Dr. Juliene melakukan penelitian tentang hal tersebut, bisa disimpulkan karena ketika orangtua memanggil anaknya, tetapi anak tersebut masih sibuk dengan ponselnya. Orangtua merasa anaknya tidak sama seperti jaman orang tua tersebut se umuran anaknya. “Saya mulai dengan pengamatan bahwa orangtua di era sekarang, sangat merindukan masa kecil mereka. Saya yakin pasti banyak orang tua yang memiliki perasaan yang sama” tuturnya. Orangtua takut di masa depan anaknya terpengaruh hal yang bersifat negatif dan menjerumuskan. “Orangtua sedang berjuang untuk terhubung untuk tetap berada di tengah-tengah. Karena saat mereka bertanya kepada anak-anak mereka tentang penggunaan media sosial, anak-anak menanggapinya dengan cara yang ofensif” tambahnya. Pentingnya peran orang tua untuk sadar dan mengarahkan anaknya dalam penggunaan ponsel, terutama media sosial adalah hal yang harus dilakukan oleh orang tua saat ini (Bagas Fajar K)