Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Nov
Surabaya – Kegiatan tahunan Fisipology 5.0 yang diselenggarakan di auditorium gedung Rektorat (17/11), menjadi wadah penting untuk menggali pemikiran dan peran Generasi Z (Gen Z) dalam mewujudkan visi ambisius Indonesia Emas 2045. Dengan tema "Gen Z Bisa Apa Sih?" talkshow ini menjadi ajang diskusi yang menginspirasi dan membuka wawasan mengenai kontribusi potensial Gen Z dalam mencapai kejayaan bangsa.
Dalam pembukaan, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, menyatakan bahwa Gen Z memiliki peran yang sangat vital dalam mewujudkan mimpi besar Indonesia Emas 2045. "Jiwa patriotik Anda yang untuk memimpin Indonesia pada 2045 nanti, maka jangan sampai Anda tidak mau berproses, jangan sampai Anda tidak paham tentang Bhinneka Tunggal Ika, jangan sampai Anda tidak bangga terhadap bangsa dan negara, karena Kampus Merah Putih yang sudah membekali itu" ujarnya.
Diskusi yang melibatkan para pakar, akademisi, dan mahasiswa ini membahas berbagai aspek kemampuan Gen Z. Diskusi ini membahas kemampuan unik Gen Z dalam memanfaatkan teknologi dan ide-ide segar untuk menciptakan solusi-solusi baru. Elang Bagus D.T. S.H, Gus Kota Mojokerto 2021 juga menyatakan, “Salah satu kemampuan Generasi Z adalah kreativitas, percaya diri, dan adaptif dalam menghadapi tantangan global.”
Para peserta talkshow juga menyoroti peran Gen Z dalam memperkuat kapasitas ekonomi Indonesia. Dengan semangat kewirausahaan dan ketangguhan beradaptasi, Gen Z diyakini dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Peningkatan keterampilan dan pemahaman tentang dunia bisnis diharapkan dapat membawa dampak positif dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Selain itu, kepedulian sosial dan keberlanjutan lingkungan Gen Z menjadi sorotan penting. Mereka dianggap sebagai agen perubahan yang mampu mengadvokasi isu-isu sosial dan lingkungan, menciptakan masyarakat yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Puti Guntur Soekarno, S.IP., menyatakan bahwa komunikasi adalah kunci, adanya keterbukaan dalam komunikasi antara Gen X dan Gen Z akan menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
Nara Garini Ayuningrum, S. Tr. I.Kom., M.A. menambahkan bahwasanya sifat ketergantungan gadget yang berlebihan dapat menjadi hambatan. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan layar dapat mengurangi waktu untuk aktivitas fisik, interaksi sosial langsung, dan pengembangan keterampilan interpersonal yang krusial. Oleh karena itu, pengelolaan seimbang antara pemanfaatan teknologi dan menjaga keseimbangan kehidupan pribadi menjadi kunci.
Peran Generasi Z (Gen Z) sebagai penerus kepemimpinan bangsa Indonesia tidak dapat diabaikan. Namun, semakin terlihat adanya tantangan yang perlu diatasi, yakni kurangnya kepedulian Gen Z dalam hal bernegara. Fenomena ini muncul sebagai dampak dari berbagai faktor, termasuk perubahan nilai-nilai sosial, eksposur media sosial, dan kurangnya pemahaman mengenai tanggung jawab sebagai warga negara. Agatha Retnosari, S.T juga memberikan pesan kepada Gen Z, pentingnya peran anak muda sekarang dalam kepedulian bernegara untuk Indonesia Emas 2045. Apa yang anak muda lakukan sekarang adalah bentuk gambaran di 2045. Pelibatan Gen Z dalam diskusi-diskusi bernegara, pelatihan kepemimpinan, dan akses yang lebih baik terhadap informasi politik dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian mereka.
Pentingnya peran Gen Z dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 menunjukkan perlunya dukungan penuh dari berbagai pihak; pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta diharapkan dapat bersinergi untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan agar Gen Z dapat tumbuh dan berkembang optimal. Fisipology 5.0 ini tidak hanya memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai peran Gen Z, tetapi juga menjadi panggung inspirasi bagi para peserta untuk terlibat aktif dalam menciptakan perubahan. Dengan semangat dan kontribusi Gen Z, harapan untuk melihat Indonesia meraih keemasannya pada tahun 2045 semakin tampak nyata.
(Alifian Panji Pahlevi/Dwiki Darmawan)