Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Agust
Surabaya - Perkembangan teknologi informasi
kini telah memungkinkan kita memperoleh informasi dari berbagai belahan dunia.
Media sosial sebagai wadah informasi dapat menyebarkan berita dengan sangat
cepat ke seluruh dunia. Arus berita yang
cepat ini dapat mengakibatkan tersebarnya berita secara luas, yang biasa
disebut dengan istilah “viral”. Viral adalah istilah yang digunakan ketika
suatu hal menyebar dengan sangat luas, terutama di media sosial. Ketika suatu
konten menjadi viral di media sosial, hal ini dapat terjadi karena banyak orang
yang melihat, menyukai, mengomentari, membagikan, atau berinteraksi dengan
postingan tersebut, sehingga konten tersebut dibagikan secara luas.
Konten yang menjadi viral cenderung mendapat banyak
perhatian dalam waktu singkat. Algoritma juga membantu meningkatkan
keterlibatan pada postingan, memungkinkan lebih banyak orang melihat dan
berinteraksi dengan postingan tersebut. Viralitas biasanya terjadi ketika orang
memperhatikan suatu konten dan berinteraksi dengannya dengan berkomentar,
memberikan balasan dan pendapat, serta menyukai dan membagikan konten tersebut.
Berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram,
X, dan TikTok memberikan ruang bagi masyarakat untuk membuat konten yang
beragam. Dengan perkembangan teknologi saat ini, banyak orang yang
berlomba-lomba membuat postingan dan konten yang berpotensi menjadi viral dan
menarik perhatian luas. Media sosial
memiliki fitur-fitur seperti trending topik dan hashtag. Fitur-fitur ini
membantu pengguna menemukan postingan
yang relevan. Viralitas suatu postingan juga berkaitan dengan kemampuan
pengguna untuk terhubung dan berbagi dengan banyak orang. Kombinasi jaringan
sosial dan algoritma yang luas memungkinkan platform untuk secara efektif
berbagi konten yang berpotensi menjadi viral dalam waktu singkat.
Banyak konten viral yang dianggap lucu juga merupakan konten
viral yang menggugah emosi dan kebencian.
Mereka mengeksploitasi viralitas dengan menyalahkan orang lain yang
tidak bersalah. Namun sebagian orang memanfaatkan kesempatan viral tersebut
untuk melaporkan pelaku kejahatan.
Tindakan viral seperti ini biasanya dilakukan sebagai sanksi sosial dan efek
jera terhadap pelakunya. Namun terkadang kita lupa bahwa kita perlu menjaga
privasi. Rasa kecewa dan emosi yang kuat dari pelaku benar-benar dikuak privasinya.
Seolah pelakunya tidak punya tempat untuk bersembunyi. Hal ini diyakini
merupakan dampak buruk dari infeksi virus yang berasal dari Indonesia.
Memanfaatkan viralitas dapat memberikan dampak positif jika
postingan atau konten yang disebar mengandung konten positif. Sebagai
masyarakat yang tumbuh di era teknologi, sudah sepatutnya kita meningkatkan
kesadaran akan pentingnya literasi digital dan memberikan contoh perilaku yang
baik bagi generasi penerus bangsa. Dengan menyebarkan informasi yang berkonten
positif dan menghilangkan berita yang berdampak negatif, dapat mengurangi kebiasaan viral yang
dianggap "meningkatkan ketenaran" dengan tidak berinteraksi dengan
postingan tersebut. ( Octavia Putri )
Sumber :
Latifah
Maratus Sholihah. (2024). Menguak Viralitas di Era Digital: Peran Media Sosial
dalam Menentukan Konten
Ghaniya Ratu
Bilqis. (2024). Fenomena Kebiasaan Viralitas yang Terjadi di Media Sosial