28

Agust

Fenomena Viralitas yang Terjadi di Media Sosial

Surabaya - Perkembangan teknologi informasi kini telah memungkinkan kita memperoleh informasi dari berbagai belahan dunia. Media sosial sebagai wadah informasi dapat menyebarkan berita dengan sangat cepat ke seluruh  dunia. Arus berita yang cepat ini dapat mengakibatkan tersebarnya berita secara luas, yang biasa disebut dengan istilah “viral”. Viral adalah istilah yang digunakan ketika suatu hal menyebar dengan sangat luas, terutama di media sosial. Ketika suatu konten menjadi viral di media sosial, hal ini dapat terjadi karena banyak orang yang melihat, menyukai, mengomentari, membagikan, atau berinteraksi dengan postingan tersebut, sehingga konten tersebut dibagikan secara luas.

 

Konten yang menjadi viral cenderung mendapat banyak perhatian dalam waktu singkat. Algoritma juga membantu meningkatkan keterlibatan pada postingan, memungkinkan lebih banyak orang melihat dan berinteraksi dengan postingan tersebut. Viralitas biasanya terjadi ketika orang memperhatikan suatu konten dan berinteraksi dengannya dengan berkomentar, memberikan balasan dan pendapat, serta menyukai dan membagikan konten tersebut.

 

Berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, X, dan TikTok memberikan ruang bagi masyarakat untuk membuat konten yang beragam. Dengan perkembangan teknologi saat ini, banyak orang yang berlomba-lomba membuat postingan dan konten yang berpotensi menjadi viral dan menarik perhatian luas.  Media sosial memiliki fitur-fitur seperti trending topik dan hashtag. Fitur-fitur ini membantu pengguna  menemukan postingan yang relevan. Viralitas suatu postingan juga berkaitan dengan kemampuan pengguna untuk terhubung dan berbagi dengan banyak orang. Kombinasi jaringan sosial dan algoritma yang luas memungkinkan platform untuk secara efektif berbagi konten yang berpotensi menjadi viral dalam waktu  singkat.

 

Banyak konten viral yang dianggap lucu juga merupakan konten viral yang menggugah emosi dan kebencian.  Mereka mengeksploitasi viralitas dengan menyalahkan orang lain yang tidak bersalah. Namun sebagian orang memanfaatkan kesempatan viral tersebut untuk melaporkan pelaku  kejahatan. Tindakan viral seperti ini biasanya dilakukan sebagai sanksi sosial dan efek jera terhadap pelakunya. Namun terkadang kita lupa bahwa kita perlu menjaga privasi. Rasa kecewa dan emosi yang kuat dari pelaku benar-benar dikuak privasinya. Seolah pelakunya tidak punya tempat untuk bersembunyi. Hal ini diyakini merupakan dampak buruk dari infeksi virus yang berasal dari Indonesia.

 

Memanfaatkan viralitas dapat memberikan dampak positif jika postingan atau konten yang disebar mengandung konten positif. Sebagai masyarakat yang tumbuh di era teknologi, sudah sepatutnya kita meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital dan memberikan contoh perilaku yang baik bagi generasi penerus bangsa. Dengan menyebarkan informasi yang berkonten positif dan menghilangkan berita yang berdampak negatif,  dapat mengurangi kebiasaan viral yang dianggap "meningkatkan ketenaran" dengan tidak berinteraksi dengan postingan tersebut. ( Octavia Putri )

 

Sumber :

 

Latifah Maratus Sholihah. (2024). Menguak Viralitas di Era Digital: Peran Media Sosial dalam Menentukan Konten

 

Ghaniya Ratu Bilqis. (2024). Fenomena Kebiasaan Viralitas yang Terjadi di Media Sosial