Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jan
Surabaya - Acara “Negeri Komunikasi” yang
diselenggarakan pada Sabtu, 28/11/2024 kemarin, menjadi salah satu perayaan
besar bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya. Pasalnya, mahasiswa diberi
ruang untuk mengekspresikan dirinya lewat berbagai kompetisi yang ada di acara
tersebut, salah satunya adalah kompetisi mata kuliah Online Journalism.
“Mata
kuliah Online Journalism itu fokus ke produksi berita-berita untuk bisa dimuat
di media online, tapi sebelum memproduksi berita tentunya harus bisa dulu
memverfikasi informasi”
ujar Ibu Amalia Nurul Muthmainnah S.I.Kom., M.A., selaku dosen pengampu mata
kuliah Online Journalism, ketika diwawancarai Selasa, 3/12/2024 lalu. Mata
kuliah Online Journalism mempelajari mengenai produksi berita, termasuk
bagaimana berita beserta fakta yang akan dimuat itu sendiri diverifikasi dan
diteliti untuk menghindari berita palsu dan ketidaktepatan penyebaran
informasi. Mata kuliah itu sendiri diajarkan kepada mahasiswa semester 5 (lima)
program studi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya yang mengambil mata kuliah
peminatan New Media.
Pada acara “Negeri Komunikasi”, mata kuliah
Online Journalism mengadakan kompetisi berbentuk kuis cek fakta dan produksi
konten cek fakta. Ibu Amalia mengatakan bahwa kemarin juga dipilih artikel
konten cek fakta terbaik atau disebut juga dengan debunking dan juga video debunking
terbaik. Beliau juga mengungkapkan bahwa kriteria penilaian pada kuis tentunya
adalah seberapa banyak mahasiswa dapat menjawab soal-soal yang diberikan dengan
benar dalam waktu yang singkat. Sedangkan, untuk karya terbaik dilihat dari
kualitas karya tersebut, mulai dari topik yang diangkat, isu yang dicoba untuk
diverifikasi, juga bagaimana langkah-langkah memverifikasi isu yang diproduksi.
Pada kuis Online Journalism terdapat beberapa nama yang menjadi juara. Tim
Alif, Fikri dan Suhadi berhasil meraih juara pertama dan Tim Krisanti, Afril
dan Rian meraih juara kedua.
Melalui kompetisi Online Journalism, Ibu Amalia
selaku dosen pengampu pada mata kuliah tersebut memiliki harapan agar mahasiswa
dapat termotivasi untuk memperdalam mengenai pembelajaran cek fakta dan
kemampuan untuk verifikasi semakin meningkat. Beliau juga berharap mahasiswa
mampu membedakan informasi yang benar dan salah, serta mampu memproduksi berita
yang bagus. (Nahnu)
(Foto
kiri ke kanan: Ibu Amalia selaku, Ibu Citra selaku dosen[1] [2] , M. Syaiful Rahman selaku pemenang artikel
konten terbaik, pemenang video konten terbaik, dan kedua pemenang kuis Online
Journalism)