16

Jan

Cek Fakta dan Verifikasi: Menghindari Hoax bersama Online Journalism di Negeri Komunikasi

Surabaya - Acara “Negeri Komunikasi” yang diselenggarakan pada Sabtu, 28/11/2024 kemarin, menjadi salah satu perayaan besar bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya. Pasalnya, mahasiswa diberi ruang untuk mengekspresikan dirinya lewat berbagai kompetisi yang ada di acara tersebut, salah satunya adalah kompetisi mata kuliah Online Journalism.

 

“Mata kuliah Online Journalism itu fokus ke produksi berita-berita untuk bisa dimuat di media online, tapi sebelum memproduksi berita tentunya harus bisa dulu memverfikasi informasi” ujar Ibu Amalia Nurul Muthmainnah S.I.Kom., M.A., selaku dosen pengampu mata kuliah Online Journalism, ketika diwawancarai Selasa, 3/12/2024 lalu. Mata kuliah Online Journalism mempelajari mengenai produksi berita, termasuk bagaimana berita beserta fakta yang akan dimuat itu sendiri diverifikasi dan diteliti untuk menghindari berita palsu dan ketidaktepatan penyebaran informasi. Mata kuliah itu sendiri diajarkan kepada mahasiswa semester 5 (lima) program studi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya yang mengambil mata kuliah peminatan New Media.

 

Pada acara “Negeri Komunikasi”, mata kuliah Online Journalism mengadakan kompetisi berbentuk kuis cek fakta dan produksi konten cek fakta. Ibu Amalia mengatakan bahwa kemarin juga dipilih artikel konten cek fakta terbaik atau disebut juga dengan debunking dan juga video debunking terbaik. Beliau juga mengungkapkan bahwa kriteria penilaian pada kuis tentunya adalah seberapa banyak mahasiswa dapat menjawab soal-soal yang diberikan dengan benar dalam waktu yang singkat. Sedangkan, untuk karya terbaik dilihat dari kualitas karya tersebut, mulai dari topik yang diangkat, isu yang dicoba untuk diverifikasi, juga bagaimana langkah-langkah memverifikasi isu yang diproduksi. Pada kuis Online Journalism terdapat beberapa nama yang menjadi juara. Tim Alif, Fikri dan Suhadi berhasil meraih juara pertama dan Tim Krisanti, Afril dan Rian meraih juara kedua.

 

Melalui kompetisi Online Journalism, Ibu Amalia selaku dosen pengampu pada mata kuliah tersebut memiliki harapan agar mahasiswa dapat termotivasi untuk memperdalam mengenai pembelajaran cek fakta dan kemampuan untuk verifikasi semakin meningkat. Beliau juga berharap mahasiswa mampu membedakan informasi yang benar dan salah, serta mampu memproduksi berita yang bagus. (Nahnu)

 

(Foto kiri ke kanan: Ibu Amalia selaku, Ibu Citra selaku dosen[1] [2] , M. Syaiful Rahman selaku pemenang artikel konten terbaik, pemenang video konten terbaik, dan kedua pemenang kuis Online Journalism)