24

Okt

Anger Management = Mengatur Rasa Marah

Marah merupakan suatu rasa atau perasaan dimana seseorang ketika menghadapi suat situasi tertentu. Marah merupakan suatu bentuk ekspresi atas rasa kekesalan, kecewa, dan juga sakit hati. Seringkali akan terjebak ketika dalam situasi marah hal tersebut akan berpengaruh pada produktivitas kerja, kesehatan mental, dan juga hal lain. Rasa marah memang tidak bisa hilang namun kita data memanajemen hal tersebut. Ada beberapa tips mengmanajemen rasa marah menurut buku karya Richard Carlson yang berjudul “Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar.”:

  1. Jangan memusingkan hal-hal kecil

Seringkali kebanyakan dari kita terlalu terpaku pada masalah-masalah kecil yang terlalu dibesar-besarkan. Banyak dari kita akan menghabiskan energi kita untuk memikirkan hal tidak seharusnya terlalu dipikirkan. Contohnya seperti orang yang menyalip kendaraan kita dengan tidak memiliki etika berkendara dengan baik. Kebanyakan kita bukannya membiarkan dan melanjutkan urusan kita yang ada malah akan timbul rasa marah dipikiran yang mana hal tersebut akan terbawa hingga ke pekerjaan dan mempengaruhi produktivitas.

  1. Berdamailah dengan ketidaksempurnaan

Berdamai dengan ketidaksempurnaan adalah cara lain untuk memanajemen rasa marah. Merasa setiap hal harus dikrjakan sesempurna mungkin merupakan suatu keinginan dari setiap orang. Namun yang perlu di ingat tidak semua hal bisa dikerjakan sesempurna mungkin karena manusia terbatas dalam kapasitas tenaga, waktu, dan juga pikiran yang mana ketika kita memaksakan mengerjakan kesempurnaan didalam melakukan suatu perkerjaan dan target kesempurnaan tidak sesuai ekspektasi. Malah yang ada hanyalah rasa kecewa yang menjadi pemicu rasa marah.

  1. Berpikiran positif pada segala hal

Teknik yang efektif dalam melakukan segala hal agar menjadi lebih tenang adalah dengan selalu berpikiran positif. Semakin kita menyerap suatu hal-hal kecil yang membuat kita marah ataupun kecewa, semakin tidak nyaman perasaan kita. Sebagai contoh ketika kita diharuskan untuk melalukan presentasi pada esok hari. Terbayang di benak kita ketakutan ketika presentasi tidak bisa berbicara ataupun hilangnya pikiran terhadap materi yang akan disampaikan. Hal tersebut akan berpengaruh pada persiapan pada saat akan melakukan presentasi. Rasa marah muncul karena sudah frustasi dulu sebelum melakukan presentasi.

  1. Jadilah orang yang lebih sabar

Menjadi lebih sabar dalam mengahadapi segala permasalahan. Memang rasa marah akan selalu timbul pada saat kita dihadapkan dengan permasalahan. Wajar karena hal tersebut merupakan sebuah reaksi alamiah kita sebagai manusia. Namun kita bisa memanajemen rasa marah yang timbul dari diri kita dengan bersabar. Hal tesebut akan berpengaruh pada cara kitamenyelesaikan suatu permasalahan dan juga produktivitas. (Kevin Adi)

Sumber           :

Dr. Richarl Carlson, Jangan Membuat Masalah Kevil Jadi Masalah Besar

Sumber Foto   :

Photo by Andrea Piacquadio: https://www.pexels.com/photo/mad-formal-executive-man-yelling-at-camera-3760790/