Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Mar
Media sosial telah menjadi bagian penting dalam
kehidupan modern. Platform seperti Instagram, X, Facebook, dan TikTok digunakan
untuk berkomunikasi, edukasi, bisnis, dan hiburan. Namun, media sosial juga
memiliki dampak negatif yang perlu diantisipasi agar penggunaannya tetap
bermanfaat.
Salah satu manfaat utama media sosial adalah
kemudahan dalam komunikasi. Melalui fitur seperti pesan instan dan video call,
seseorang dapat tetap terhubung dengan keluarga dan teman di seluruh dunia.
Media sosial juga menjadi alat efektif dalam pemasaran bisnis dan personal
branding. Banyak usaha kecil berkembang pesat berkat promosi digital yang hemat
biaya dan menjangkau pasar yang luas. Selain itu, media sosial menjadi sumber
informasi dan edukasi yang meningkatkan wawasan masyarakat. Berbagai kursus daring,
webinar, serta konten edukatif membantu banyak orang mengembangkan keterampilan
dan mendapatkan informasi terbaru dengan cepat.
Namun, media sosial juga membawa tantangan.
Penyebaran hoaks seringkali menyesatkan opini publik dan memicu keresahan.
Tekanan sosial akibat standar hidup yang ditampilkan di media sosial dapat
memicu kecemasan, stres, bahkan depresi. Banyak orang merasa harus menunjukkan
kehidupan yang sempurna untuk mendapatkan validasi sosial. Ketergantungan
terhadap media sosial juga dapat menurunkan produktivitas dan menghambat
interaksi sosial di dunia nyata. Privasi dan keamanan data menjadi masalah lain
yang perlu diperhatikan karena banyaknya kasus penyalahgunaan informasi pribadi
yang dapat berdampak negatif bagi individu maupun bisnis.
Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan
literasi digital yang baik. Verifikasi informasi sebelum menyebarkannya dapat
membantu mengurangi hoaks dan meningkatkan kualitas informasi yang dikonsumsi.
Pengguna juga perlu membatasi waktu penggunaan media sosial agar tidak
berdampak buruk pada kesehatan mental dan kehidupan sosial. Pemerintah dan
platform media sosial memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan
digital yang lebih aman melalui regulasi ketat, perlindungan data pribadi,
serta fitur pengaturan privasi yang lebih transparan. Selain itu, edukasi
mengenai etika digital harus terus ditingkatkan agar pengguna dapat
berinteraksi dengan lebih bijak dan bertanggung jawab di dunia maya.
Sebagai kesimpulan, media sosial memiliki
manfaat besar jika digunakan dengan bijak. Dengan meningkatkan kesadaran
digital, membatasi penggunaannya secara proporsional, serta menyaring informasi
yang diterima dan dibagikan, masyarakat dapat menikmati manfaatnya tanpa harus
mengalami dampak negatif. Oleh karena itu, setiap individu harus lebih
bijaksana dalam menggunakan media sosial agar dapat memaksimalkan manfaatnya
dan meminimalkan resikonya. (Rizki
Setyo Nugroho)
Sumber Referensi
Putri, F. A., Putra, R. A., & Rahman, F.
(2024). Dampak Media Sosial terhadap
Perubahan Perilaku Sosial di Kalangan Remaja. Prosiding Seminar Nasional
Manajemen, 4(1), 561–565. https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/PSM/article/view/45293
Gunawan, I. A. N., Suryani, & Shalahuddin,
I. (2022). Dampak Penggunaan Media Sosial
Terhadap Gangguan Psikososial Pada Remaja: A Narrative Review. Jurnal
Kesehatan, 15(1), 78-92. https://journals.ums.ac.id/index.php/jk/article/view/17426
Annur, Cindy Mutia. (2023). Media Sosial, Sumber Informasi Utama Masyarat Indonesia. Diakses pada 5 Maret 2025, dari https://databoks.katadata.co.id/-/statistik/02948dc293fe4c9/media-sosial-sumber-informasi-utama-masyarakat-indonesia