06

Nov

Ilmu Komunikasi UNTAG Berikan Pengetahuan Dan Ketrampilan Manajemen Melalui LKMM-TD Kepada Mahasiswa

 

 

Jumat, (12/10) Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOTA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 (FISIP UNTAG) Surabaya mengadakan Latihan Kepemimpinan Dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) di Gedung Graha Widya lt. 2. Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi-AAI Prihandari Satvikadevi, M.Med.Kom. menegaskan bahwa LKMM adalah bagian yang paling penting, salah satu syarat penunjang skripsi. “LKMM bukan hanya tentang sertifikat, tapi bagaimana diri anda menerima diri sebagai mahasiswa dan bertindak bukan atas suruhan orang serta untuk belajar dan meningkatkan diri,” katanya. Dia menambahkan, “Contoh kecilnya adalah melihat sampah tergeletak di jalan. Tanpa disuruh pasti anda tidak akan membuangnya. Itu jauh dari kemandirian. Setelah ini anda menjadi pemimpin, bukan hanya diri anda. Tapi memimpin dalam lingkup yang lebih luas.”

Dengan tema Membentuk Kemandirian Mahasiswa Zaman Now, LKMM tersebut diikuti  280 mahasiswa baru. Tampil sebagai pemateri, Dr. Achludin Ibnu Rochim yang menyampaikan materi tentang Komunikasi Politik. Menurutnya semua orang bisa sukses berkat komunikasi, mengingat komunikasi adalah awal dari segala hal begitu pun tentang politik yang dapat ditemukan melalui kenyataan empiris yang ditemui sehari-hari secara praktis. Pemateri selanjutnya, Heti Palestina Yunani, S.Sos yang mempresentasikan tentang New Media. Dia menjelaskan bahwa dahulu  buku adalah jendela dunia. Sekarang dunia ada di genggaman, era digital seperti sekarang inilah yang melahirkan New Media.

Pada kesempatan yang sama Mohamad Insan Romadhan, S.I.Kom., M.Med.Kom. mempresentasikan tentang Public Relations. “Jangan mau menjadi mahasiswa zaman now karena keegoisan dan kemalasannya. Kalian harus dikenal dengan kreativitas dan optimis,” terangnya. Dijelaskan oleh Insan bahwa kemandirian berkaitan dengan intelektualitas. Sebuah kemandirian tidak bisa di dapat secara instan akan tetapi melalui sebuah proses. Begitu juga Public Relation yang butuh proses dalam membangun hubungan; baik hubungan sesama manusia dan media, menciptakan tulisan kehumasan yang menarik, serta menciptakan brand image.

Adapun materi tentang Broadcasting disampaikan oleh  AAI Prihandari Satvikadevi, M.Med.Kom. Menurut Vika, pekerjaan Broadcasting adalah pekerjaan tim. Tidak ada saling menonjolkan diri. Broadcasting adalah bagian dari bisnis yang sangat keras yang menuntut untuk mandiri. Yang terpenting adalah suara karena dasar siaran adalah bisa berbicara di depan kamera atau microphone. “Anda harus unik, punya ciri khas dan kreativitas. Ketika anda nanjir siaran 24 jam, anda harus tidur disitu dan memikirkan diri anda. Itulah yang dinamakan kemandirian. Anda tahu kebutuhan diri anda sendiri,” tukasnya. (um/aep)

 

Sumber: http://www.untag-sby.ac.id/berita-2134-ilmu-komunikasi-untag-berikan-pengetahuan-dan-ketrampilan-manajemen-melalui-lkmmtd-kepada-mabahasiswa-baru.html