Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Sept
Surabaya – langkah anggun
di atas catwalk dapat berawal dari koridor kampus. Itulah kisah Zalitha,
mahasiswi semester 8 dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17
Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, yang berhasil mendapatkan gelar Runner-Up Miss
Grand Runway Indonesia 2025. Prestasi ini tidak hanya membanggakan dirinya,
tetapi juga mengharumkan nama kampus di kancah nasional.
Ajang Miss Grand Runway
Indonesia 2025 digelar dengan megah dan diikuti oleh para finalis berbakat dari
berbagai daerah. Mereka berkompetisi dalam penampilan catwalk, kepercayaan
diri, kemampuan komunikasi, serta penguasaan panggung. Di tengah persaingan
ketat, Zalitha mampu mencuri perhatian dewan juri berkat pesona, teknik
berjalan yang elegan, serta pembawaan diri yang percaya diri. Miss Grandway
Indonesia 2025 ini adalah tahun ke-3.
Menurut Zalitha, perjalanan
menuju panggung nasional ini bukan tanpa tantangan. Di sela-sela padatnya
aktivitas – aktivitas kuliah, ia tetap meluangkan waktu untuk latihan intensif,
dan hal yang menjadi hal tersusah bagi hidupnya adalah jika harus membagi waktu
atau manajemen waktu sejauh ini, kehidupan teknik berjalan, ekspresi wajah,
hingga wawancara publik, “Membagi waktu antara kuliah dan latihan bukan hal
mudah, tapi dukungan dari keluarga, teman, dan dosen dan orang terdekat membuat
saya tetap semangat,” ujarnya.
Sebagai mahasiswi Ilmu
Komunikasi, Zalitha mengaku banyak terbantu dengan keterampilan public speaking dan penguasaan panggung
yang ia pelajari selama perkuliahan. Materi yang ia dapat di kelas, mulai dari
teknik berbicara di depan umum hingga pemahaman komunikasi nonverbal, menjadi
bekal penting saat menjawab pertanyaan juri dan berinteraksi dengan audiens.
Dukungan dan semua usaha yang dilakukan oleh Zalitha benar – benar begitu besar
untuk masuk dalam finalis d dalam ajang nasional yang dilaksanakan di Jakarta.
Gelar Runner-Up Miss Grand
Runway Indonesia 2025 ini menjadi batu loncatan bagi Zalitha untuk terus
berkarya di dunia modelling dan pageant. Ke
depannya, ia berencana mengembangkan karier di industri kreatif, sekaligus
melanjutkan pendidikannya hingga lulus. Zalita yang mengikuti kegiatan ini juga
tidak luput untuk mengangkut tema Batik, karena batik dan kebudayaan sudah
tidak dianggap pada zaman sekarang, “Saya ingin membuktikan bahwa pendidikan
dan passion bisa berjalan beriringan, bahkan walau saya mengikuti ajang ini
saya juga tetap ingin memperkenalkan kebudayaan dan batik yang bisa di padukan
dengan berbagai macam, maka dari itu dunia pageant memberi saya panggung untuk
berkarya, sementara kampus memberi saya fondasi ilmu” ujarnya.
Prestasi
Zalitha menjadi bukti bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat,
seorang mahasiswa dapat melangkah jauh melebihi batas ruang kelas. Dari kampus
ke catwalk, Zalitha telah menorehkan cerita inspiratif yang akan dikenang oleh
keluarga besar UNTAG dan menjadi motivasi bagi generasi berikutnya, bukan hanya
itu saja, Zalitha juga dipilih langsung untuk mewakili Provinsi yaitu Jawa
Timur, dan semua perjalanan yang telah berlangsung pastinya bukan hal yang
sangat mudah. Terpilihnya menjadi juara ini tidak ada dalam pikirannya, namun
dia juga memiliki impian yang satu ini atau bahkan bisa dibilang sebuah
keinginan untuk diri sendiri, dan dia pantang menyerah untuk mewujudkan sebuah
impian tersebut menjadi sebuah pilihan yang harus dikembangkan dan sangat
dibanggakan untuk diri sendiri yang harus dicapai. (Revalani Septania)