14

Apr

Plot Twist! Drama China Ternyata Punya Peran di Ilmu Komunikasi

Fenomena drama China atau C-Drama semakin populer di kalangan generasi muda Indonesia. Tayangan seperti How dare you dan Love Between Fairy and Devil tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan ilmu komunikasi.

 

Dalam perspektif ilmu komunikasi, drama China termasuk media komunikasi massa yang mampu menyampaikan pesan kepada audiens secara luas. Setiap alur cerita, karakter, serta latar budaya yang ditampilkan memiliki nilai dan makna tertentu. Pesan-pesan tersebut dapat mempengaruhi cara pandang, emosi, hingga perilaku penonton dalam kehidupan sehari-hari.

 

Melalui teori uses and gratifications, penonton C-Drama tidak sekadar mencari hiburan, tetapi juga kepuasan emosional, informasi, serta identitas diri. Hal ini terlihat dari banyaknya penggemar yang mulai meniru gaya berpakaian, bahasa, hingga pola interaksi sosial yang terinspirasi dari drama yang mereka tonton.

 

Selain itu, perkembangan media digital turut memperkuat penyebaran C-Drama secara global. Platform seperti instagram, iqiyi, FreeReals, WeTv dan TikTok berperan besar dalam mempopulerkan potongan adegan yang viral dan menjangkau audiens lebih luas. Fenomena ini menunjukkan bagaimana media baru mempercepat proses komunikasi lintas budaya.

 

Dari sudut pandang komunikasi internasional, drama China juga menjadi bagian dari strategi soft power, yaitu upaya suatu negara dalam membangun citra melalui budaya populer. Dengan demikian, C-Drama tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyebaran budaya.

 

Kesimpulannya, drama China memiliki peran penting dalam ilmu komunikasi, baik sebagai media penyampai pesan, pembentuk persepsi, maupun alat penyebaran budaya. Tanpa disadari, kebiasaan menonton C-Drama dapat menjadi sarana pembelajaran komunikasi yang relevan di era digital. Revita Tri Agustin