Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Apr
Fenomena drama China atau C-Drama semakin populer di kalangan generasi
muda Indonesia. Tayangan seperti How dare you dan Love Between Fairy and Devil
tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan ilmu
komunikasi.
Dalam perspektif ilmu komunikasi, drama China termasuk media komunikasi
massa yang mampu menyampaikan pesan kepada audiens secara luas. Setiap alur
cerita, karakter, serta latar budaya yang ditampilkan memiliki nilai dan makna
tertentu. Pesan-pesan tersebut dapat mempengaruhi cara pandang, emosi, hingga
perilaku penonton dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui teori uses and gratifications, penonton C-Drama tidak sekadar
mencari hiburan, tetapi juga kepuasan emosional, informasi, serta identitas
diri. Hal ini terlihat dari banyaknya penggemar yang mulai meniru gaya
berpakaian, bahasa, hingga pola interaksi sosial yang terinspirasi dari drama
yang mereka tonton.
Selain itu, perkembangan media digital turut memperkuat penyebaran
C-Drama secara global. Platform seperti instagram, iqiyi, FreeReals, WeTv dan
TikTok berperan besar dalam mempopulerkan potongan adegan yang viral dan
menjangkau audiens lebih luas. Fenomena ini menunjukkan bagaimana media baru
mempercepat proses komunikasi lintas budaya.
Dari sudut pandang komunikasi internasional, drama China juga menjadi
bagian dari strategi soft power, yaitu upaya suatu negara dalam membangun citra
melalui budaya populer. Dengan demikian, C-Drama tidak hanya berfungsi sebagai
hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyebaran budaya.
Kesimpulannya, drama China memiliki peran penting dalam ilmu
komunikasi, baik sebagai media penyampai pesan, pembentuk persepsi, maupun alat
penyebaran budaya. Tanpa disadari, kebiasaan menonton C-Drama dapat menjadi
sarana pembelajaran komunikasi yang relevan di era digital. Revita Tri
Agustin