06

Apr

Rayya N. Haq: Bukti Proses Tak Instan Menuju Puteri Jawa Timur 2026

Universitas 17 Agustus 1945 memiliki mahasiswa kebanggaan, yaitu mahasiswa program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) Ilmu Komunikasi, Rayya Nurrizqinia Haq, yang baru saja dinobatkan sebagai Puteri Jawa Timur, Indonesia 2026. Sebelum menempuh pendidikan di Ilmu Komunikasi, FISIP Untag Surabaya, ia menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Jember (Polije), Jurusan Bahasa Komunikasi dan Pariwisata.

 

Rayya N. Haq memiliki nama panggung Rayya Haq. Ia berasal dari Jember dan saat ini berusia 22 tahun. Sebagai mahasiswi RPL Ilmu Komunikasi, FISIP Untag Surabaya, dalam perjalanannya sebelum dinobatkan sebagai Puteri  Jawa Timur 2026, Indonesia, ia telah berprestasi melalui dunia modeling dan kontes kecantikan. Sejak masa remaja, ia meraih gelar Best Model Jawa Timur 2019. Selain itu, ia juga sempat menjadi atlet voli.

 

Setelah itu, Rayya mulai fokus pada dunia modeling. Ia berhasil meraih sejumlah gelar. Pada tahun 2020, Rayya meraih gelar Juara I Putri Remaja Jawa Timur, dan kemudian menjadi 4th Runner-Up (Puteri Remaja Indonesia Lingkungan 2020). Pada tahun 2023, ia mengikuti ajang Miss Mega Bintang Indonesia 2023 sebagai perwakilan Jawa Timur dan berhasil masuk Top 10. Pada akhirnya, Rayya kini memiliki tanggung jawab untuk mewakili Jawa Timur di ajang Puteri Indonesia 2026 tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026 di Jakarta. Ia bertekad untuk melanjutkan tradisi prestasi Jawa Timur di kancah nasional.

 

Sementara itu, hari pendaftaran Putri Indonesia 2026 akan berlangsung sekitar bulan Oktober hingga November 2026. Rayya pun memiliki pertimbangan antara melanjutkan pendidikan S1 dan mengejar mimpinya sejak kecil untuk mengikuti Putri Indonesia 2026. Namun, berkat dukungan dari tim Rayya dan para pendukung lainnya, ia akhirnya memutuskan untuk mendaftar dan mengambil jeda beberapa bulan dari pendidikan S1-nya.

 

Dalam perjalanan di dunia modeling dan fashion selama 12 tahun, Rayya menjalani semuanya secara bertahap. Di dunia modeling, cara mempresentasikan busana merupakan hal yang paling dasar. Ia pun mendalami dunia fashion, termasuk bagaimana cara menempatkan diri dan berkomunikasi di hadapan publik, walaupun latar belakangnya adalah seorang introvert. Sebab, hal itu justru menjadi nilai lebih seorang model. Terlebih di zaman sekarang, sebagai bagian dari generasi Z, Rayya sadar bahwa ia harus keluar dari zona nyaman dan mempelajari segala sesuatu secara perlahan, tidak secara instan.

 

Rayya memberikan pesan kepada mahasiswa-mahasiswi generasi Z agar tidak mengeluh dalam proses menuju kesuksesan. Setiap proses pasti melalui tahap-tahap tertentu, tidak secara instan. Bagi mereka yang mengambil jurusan Ilmu Komunikasi, dengan peminatan seperti Broadcasting, Jurnalistik, Public Relations, dan Humas, mahasiswa-mahasiswi harus bertanggung jawab atas kehidupan mereka di dunia pendidikan.

 

(Pramodya)