Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Apr
Universitas 17 Agustus 1945 memiliki mahasiswa kebanggaan, yaitu
mahasiswa program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) Ilmu Komunikasi, Rayya
Nurrizqinia Haq, yang baru saja dinobatkan sebagai Puteri Jawa Timur, Indonesia
2026. Sebelum menempuh pendidikan di Ilmu Komunikasi, FISIP Untag Surabaya, ia
menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Jember (Polije), Jurusan Bahasa
Komunikasi dan Pariwisata.
Rayya N. Haq memiliki nama panggung Rayya Haq. Ia berasal dari Jember
dan saat ini berusia 22 tahun. Sebagai mahasiswi RPL Ilmu Komunikasi, FISIP
Untag Surabaya, dalam perjalanannya sebelum dinobatkan sebagai Puteri Jawa Timur 2026, Indonesia, ia telah
berprestasi melalui dunia modeling dan kontes kecantikan. Sejak masa remaja, ia
meraih gelar Best Model Jawa Timur 2019. Selain itu, ia juga sempat menjadi
atlet voli.
Setelah itu, Rayya mulai fokus pada dunia modeling. Ia berhasil meraih
sejumlah gelar. Pada tahun 2020, Rayya meraih gelar Juara I Putri Remaja Jawa
Timur, dan kemudian menjadi 4th Runner-Up (Puteri Remaja Indonesia Lingkungan
2020). Pada tahun 2023, ia mengikuti ajang Miss Mega Bintang Indonesia 2023
sebagai perwakilan Jawa Timur dan berhasil masuk Top 10. Pada akhirnya, Rayya
kini memiliki tanggung jawab untuk mewakili Jawa Timur di ajang Puteri
Indonesia 2026 tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026
di Jakarta. Ia bertekad untuk melanjutkan tradisi prestasi Jawa Timur di kancah
nasional.
Sementara itu, hari pendaftaran Putri Indonesia 2026 akan berlangsung
sekitar bulan Oktober hingga November 2026. Rayya pun memiliki pertimbangan
antara melanjutkan pendidikan S1 dan mengejar mimpinya sejak kecil untuk
mengikuti Putri Indonesia 2026. Namun, berkat dukungan dari tim Rayya dan para
pendukung lainnya, ia akhirnya memutuskan untuk mendaftar dan mengambil jeda
beberapa bulan dari pendidikan S1-nya.
Dalam perjalanan di dunia modeling dan fashion selama 12 tahun, Rayya
menjalani semuanya secara bertahap. Di dunia modeling, cara mempresentasikan
busana merupakan hal yang paling dasar. Ia pun mendalami dunia fashion,
termasuk bagaimana cara menempatkan diri dan berkomunikasi di hadapan publik,
walaupun latar belakangnya adalah seorang introvert. Sebab, hal itu justru
menjadi nilai lebih seorang model. Terlebih di zaman sekarang, sebagai bagian
dari generasi Z, Rayya sadar bahwa ia harus keluar dari zona nyaman dan
mempelajari segala sesuatu secara perlahan, tidak secara instan.
Rayya memberikan pesan kepada mahasiswa-mahasiswi generasi Z agar tidak
mengeluh dalam proses menuju kesuksesan. Setiap proses pasti melalui
tahap-tahap tertentu, tidak secara instan. Bagi mereka yang mengambil jurusan
Ilmu Komunikasi, dengan peminatan seperti Broadcasting, Jurnalistik, Public
Relations, dan Humas, mahasiswa-mahasiswi harus bertanggung jawab atas
kehidupan mereka di dunia pendidikan.
(Pramodya)