Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Apr
Bulan Maret akan menghadirkan serial adaptasi
live action dari anime populer, yaitu One Piece Live Action Season 2. Musim
kedua film One Piece ini akan terdiri dari delapan episode. Dalam musim ini,
salah satu kru baru Bajak Laut Topi Jerami akan bergabung dengan Luffy, dengan
latar cerita yang unik tentang dirinya.
Karakter baru kru bajak laut Luffy tersebut
adalah Tony Tony Chopper, yang sangat unik. Awalnya, ia hanyalah seekor rusa
kutub biasa, tetapi hidupnya berubah total setelah memakan Buah Iblis. Kini, ia
bisa berubah wujud dan yang paling penting, ia bisa berbicara seperti manusia!
Wujud manusianya, yang disebut Heavy Point, membuatnya berubah menjadi besar
dan kekar. Bahkan, karena ukurannya yang besar itu, dulu di kampung halamannya
banyak orang mengira ia adalah manusia salju.
Namun jangan salah, meskipun fisiknya bisa
sekuat manusia salju legendaris, hati Chopper tetaplah lembut. Keahlian
utamanya bukan hanya bertarung, tetapi juga sebagai dokter. Ia sangat pintar
dalam hal pengobatan dan selalu berusaha menyelamatkan teman-temannya. Di Topi
Jerami, Chopper adalah dokter andalan yang setia dan baik hati.
Kita sebagai penggemar One Piece bisa belajar
dari Chopper bahwa meskipun semua orang pernah berbuat jahat kepadamu,
janganlah membalas kejahatan itu, melainkan balaslah dengan kebaikan. Itulah
sosok dokter sesungguhnya. Dalam teori komunikasi, hal ini bisa dilihat melalui
konsep dramaturgi. Teori dramaturgi adalah cara pandang yang menganggap
interaksi sosial seperti pertunjukan teater, di mana manusia memainkan peran
tertentu di depan publik. Teori Dramaturgi sudah ada sejak tahun 1949
dicetuskan oleh Erving Goffman. Teori dramaturgi dalam One Piece ini
menggambarkan bagaimana Chopper memainkan peran sebagai seorang dokter,
meskipun sosok yang dilihat orang lain adalah monster atau Yeti.
Ada sebuah pepatah terkenal: "Jangan
menilai buku dari sampulnya." Artinya, kita tidak boleh menilai seseorang
hanya dari penampilan fisiknya, melainkan dari tindakannya. Seperti halnya
Chopper, kita sering melihat seseorang yang secara fisik tidak tampak seperti
seorang dokter, tapi kita harus menilai bahwa ia adalah dokter melalui
perbuatan dan dedikasinya.
(Pramodya)