Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Feb
Nazua
Ilham Alifiansyah, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, sukses
mengharumkan nama almamater setelah meraih Juara II dalam kompetisi Digital
Leadership Challenge: A Brief Analysis yang diselenggarakan Universitas Atma
Jaya Yogyakarta pada 8 November 2025. Pencapaian ini menjadi pengalaman
berharga sekaligus bukti bahwa mahasiswa UNTAG Surabaya mampu bersaing di
tingkat nasional.
Dalam
wawancara, Nazua mengungkapkan bahwa proses persiapan menuju kompetisi tidak
selalu berjalan mulus. Ia memulai dengan memperdalam konsep dasar digital
leadership, sesuai tema utama lomba. Untuk memperkuat pemahaman, ia membaca
berbagai jurnal, menelusuri referensi, serta mencari contoh kasus yang relevan.
Persiapan yang dilakukan secara mandiri tersebut menjadi bekal penting sebelum
menyusun analisis dan solusi yang dibutuhkan dalam kompetisi.
Meski
begitu, perjalanan menuju hari perlombaan tetap diwarnai tantangan. Nazua
mengakui bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba akademik,
sehingga ia harus cepat beradaptasi dengan tenggat waktu yang ketat dan proses
penyusunan proposal yang cukup menekan. Namun, ia memilih untuk tetap fokus,
berusaha maksimal, dan menjadikan setiap tahap sebagai ruang belajar.
Di
balik kerja keras itu, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi penguat
utama. “Rekan setim dan orang tua saya selalu mensupport dan meyakinkan bahwa
kita bisa,” tuturnya. Dukungan moral tersebut membuatnya lebih percaya diri
dalam menghadapi rangkaian kompetisi.
Saat
ditanya bagian paling menegangkan, Nazua menyebut sesi debat sebagai tantangan
terbesar. Dengan waktu persiapan yang terbatas, ia dan tim harus mengandalkan
pengetahuan dasar, kemampuan berpikir cepat, serta pengalaman organisasi yang
selama ini ia jalani. “Kami menjawab berdasarkan data dan pengalaman saya
sebagai wakil pemimpin organisasi,” ujarnya. Bagi Nazua, pendekatan berbasis
data menjadi kunci untuk menjaga argumen tetap kuat dan terarah.
Setelah
dinyatakan meraih Juara II, Nazua berharap prestasinya bisa menjadi pemantik
semangat bagi mahasiswa lain untuk lebih berani mengambil peluang. “Saya ingin
teman-teman mahasiswa, terutama FISIP, lebih banyak mencoba perlombaan yang
ada,” ungkapnya. Ia menilai kompetisi bukan hanya soal menang, tetapi juga
tentang melatih kemampuan, memperluas wawasan, dan membangun kepercayaan diri.
Bagi Nazua sendiri, capaian ini menjadi batu loncatan untuk mengikuti lebih
banyak kompetisi ke depan.
Nazua
juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, rekan setim, dan semua pihak yang
telah mendampinginya selama proses lomba. “Terima kasih sebanyak-banyaknya
telah membantu saya selama proses perlombaan. Mereka membuat saya selalu
optimis apa pun hasilnya,” katanya.
Di
akhir wawancara, ia menitipkan pesan sederhana namun kuat untuk generasi muda.
“Berani mencoba. Apa pun hasilnya, yang terpenting adalah berusaha. Dengan
mencoba, kita belajar prosesnya dan menambah wawasan serta pengalaman.”
Prestasi
Nazua tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi
mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama baik UNTAG Surabaya
di panggung nasional. (Moch Dzikry Nur Alam)