26

Feb

Nazua Ilham Alifiansyah Raih Juara II Digital Leadership Challenge, Harumkan Nama UNTAG Surabaya

Nazua Ilham Alifiansyah, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, sukses mengharumkan nama almamater setelah meraih Juara II dalam kompetisi Digital Leadership Challenge: A Brief Analysis yang diselenggarakan Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 8 November 2025. Pencapaian ini menjadi pengalaman berharga sekaligus bukti bahwa mahasiswa UNTAG Surabaya mampu bersaing di tingkat nasional.

Dalam wawancara, Nazua mengungkapkan bahwa proses persiapan menuju kompetisi tidak selalu berjalan mulus. Ia memulai dengan memperdalam konsep dasar digital leadership, sesuai tema utama lomba. Untuk memperkuat pemahaman, ia membaca berbagai jurnal, menelusuri referensi, serta mencari contoh kasus yang relevan. Persiapan yang dilakukan secara mandiri tersebut menjadi bekal penting sebelum menyusun analisis dan solusi yang dibutuhkan dalam kompetisi.

Meski begitu, perjalanan menuju hari perlombaan tetap diwarnai tantangan. Nazua mengakui bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba akademik, sehingga ia harus cepat beradaptasi dengan tenggat waktu yang ketat dan proses penyusunan proposal yang cukup menekan. Namun, ia memilih untuk tetap fokus, berusaha maksimal, dan menjadikan setiap tahap sebagai ruang belajar.

Di balik kerja keras itu, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi penguat utama. “Rekan setim dan orang tua saya selalu mensupport dan meyakinkan bahwa kita bisa,” tuturnya. Dukungan moral tersebut membuatnya lebih percaya diri dalam menghadapi rangkaian kompetisi.

Saat ditanya bagian paling menegangkan, Nazua menyebut sesi debat sebagai tantangan terbesar. Dengan waktu persiapan yang terbatas, ia dan tim harus mengandalkan pengetahuan dasar, kemampuan berpikir cepat, serta pengalaman organisasi yang selama ini ia jalani. “Kami menjawab berdasarkan data dan pengalaman saya sebagai wakil pemimpin organisasi,” ujarnya. Bagi Nazua, pendekatan berbasis data menjadi kunci untuk menjaga argumen tetap kuat dan terarah.

Setelah dinyatakan meraih Juara II, Nazua berharap prestasinya bisa menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk lebih berani mengambil peluang. “Saya ingin teman-teman mahasiswa, terutama FISIP, lebih banyak mencoba perlombaan yang ada,” ungkapnya. Ia menilai kompetisi bukan hanya soal menang, tetapi juga tentang melatih kemampuan, memperluas wawasan, dan membangun kepercayaan diri. Bagi Nazua sendiri, capaian ini menjadi batu loncatan untuk mengikuti lebih banyak kompetisi ke depan.

Nazua juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, rekan setim, dan semua pihak yang telah mendampinginya selama proses lomba. “Terima kasih sebanyak-banyaknya telah membantu saya selama proses perlombaan. Mereka membuat saya selalu optimis apa pun hasilnya,” katanya.

Di akhir wawancara, ia menitipkan pesan sederhana namun kuat untuk generasi muda. “Berani mencoba. Apa pun hasilnya, yang terpenting adalah berusaha. Dengan mencoba, kita belajar prosesnya dan menambah wawasan serta pengalaman.”

Prestasi Nazua tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama baik UNTAG Surabaya di panggung nasional. (Moch Dzikry Nur Alam)