Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Agust
Pada Sabtu, 22 Juli 2023 telah selesai dilaksanakan agenda tahunan milik HIMAKOTA (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi) yang bernama Anjangsana dan Sudut Pandang. Acara kala itu dimulai pada pukul 08.30 WIB sampai 12.30 WIB secara online melalui Zoom Meeting. Anjangsana sendiri merupakan proker milik divisi Humas yang bertujuan untuk menjalin pertemanan dengan sharing mengajak organisasi sesame HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi) yang ada di Universitas seluruh Indonesia.
Di periode milik kabinet Catra Abyakta kali ini mengajak HIMAKOM Universitas Airlangga Surabaya untuk berpartisipasi dengan sharing antar program kerja yang dimiliki masing-masing HIMAKOM, kemudian pada acara Anjangsana kala itu juga digabung dengan agenda milik divisi Litbang (Penelitian dan Pengabdian) yakni Sudut Pandang. Agenda ini merupakan proker yang dilakukan dua kali di periode Catra Abyakta dengan tujuan untuk bertukar pendapat melalui sudut pandang masing-masing anggota HIMAKOM setelah diberikan suatu topik permasalahan yang berguna untuk melatih sikap berpikir kritis dan tanggap mengenai kasus yang diberikan.
Kasus tersebut biasanya seputar permasalahan dalam berorganisasi, menanggapi peristiwa akademik dalam perkuliahan, dan lain-lain. Anjangsana menjadi kegiatan pertama yang dilakukan dengan mengambil tema The Key to Success in Team Work and Collaboration, acara dibuka oleh Rizka Ermawati selaku MC dari divisi Humas kemudian pemutaran lagu Indonesia Raya, Hymne UNTAG Surabaya dan Hymne UNAIR, dilanjutkan dengan sambutan oleh Muhammad Zulfa Hidayatulloh selaku ketua HIMAKOTA kemudian dilanjut sambutan oleh Aqiila Rafi selaku ketua HIMAKOM UNAIR. Acara ini diikuti oleh sebanyak 65 orang dari HIMAKOTA dan HIMAKOM UNAIR.
Sesi berikutnya masuk ke dalam acara inti yakni HIMAKOTA terlebih dahulu mengenalkan para anggota setiap divisinya dengan memaparkan proker apa saja yang dilakukan oleh HIMAKOTA selama satu periode, kemudian dilanjut dengan perkenalan dan paparan proker milik HIMAKOM UNAIR untuk satu periode juga. Lalu MC mempersilakan para divisi masing-masing HIMAKOM untuk memasuki break room agar setiap divisi yang memiliki kesamaan dalam bentuk proker mau pun agenda dapat sharing lebih dalam dan memperkenalkan masing-masing prokernya.
Seperti di room satu diisi oleh PIH (Pengurus Inti Harian) milik HIMAKOTA bersama DPH & BPH milik HIMAKOM UNAIR, room dua diisi oleh Humas HIMAKOTA bersama Biro Commers Relation dan klub PURE milik HIMAKOM UNAIR, room tiga diisi oleh PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia) milik HIMAKOTA bersama Biro Hello Commers milik HIMAKOM UNAIR, room empat diisi oleh Litbang HIMAKOTA bersama Biro Ultras Commers, klub SEO, dan klub KOMA milik HIMAKOM UNAIR, room lima diisi oleh Kominfo (Komunikasi dan Informasi) HIMAKOTA bersama Audio Visual, klub COMMIC, dan klub COCO HIMAKOM UNAIR, dan yang terakhir room enam diisi oleh Mikat (Minat dan Bakat) HIMAKOTA bersama Peeping Comm, Commpor, dan ROCS milik HIMAKOM UNAIR.
Setelah sesi diskusi kemudian MC mengambil alih dengan adanya sesi tanya jawab, dilanjutkan dengan masuk pada acara inti yang kedua yakni agenda Sudut Pandang, acara diambil alih oleh moderator yakni Birgitta Helena selaku staf divisi Litbang. Dengan membahas mengenai topik, ‘’Anak muda zaman sekarang kurang minat akan organisasi di sektor sekolah mau pun perkuliahan, mereka memiliki persepsi jika organisasi itu membosankan, dan mereka memilih enggan berorganisasi karena seleksi akan masuk ke dalam organisasi tersebut sangat susah sehingga ketika akan mendaftar menjadi malas, bagaimana menurut pendapat dari teman-teman akan adanya kasus seperti ini?’’ tanya Birgitta memulai topik pembahasan.
‘’Kalo aku kontra ya dengan topik itu, mau semalas apa mahasiswa dalam berorganisasi, mereka tanpa sadar pun sudah berorganisasi di lingkup keseharian mereka, coba dilihat dari lingkup pertemanan, ada empat atau enam anggota kan dalam circle itu, nah secara tidak langsung mereka sudah dikatakan berorganisasi, dan sampai saat ini orkem di fakultas kayak HIMA, BEM, dan DPM masih ramai peminat kok, karena mahasiswa juga pasti membutuhkan bersosialisasi,’’ ujar Malya Khansa perwakilan dari HIMAKOM UNAIR.
‘’Kalo aku sendiri pro sih sama topiknya, sepenglihatanku emang anak zaman sekarang pada mulai males organisasi, itu kalo diliat ketika mereka belum mulai daftar, bahkan sekarang aja ada yang udah masuk organisasi tapi males ngelanjutin sampe ilang-ilangan dan nggak tanggung jawab sama prokernya, jadi waktu di awal-awal masuk emang semangat tapi pas di akhir dihubungin aja susah, entah mungkin karena faktor internal anggota juga bisa,’’ tambah Ridwan Syahputra perwakilan dari HIMAKOTA.
Sesi mengajukan opini sesuai sudut pandang masing-masing berjalan sampai 30 menit ke depan dengan lima anggota menambahi argumennya masing-masing. Segala opini yang diberikan sama sekali tidak menyinggung pihak mana pun, opini mereka sesuai dengan fenomena yang pernah terjadi di kebanyakan organisasi kampus, sehingga kesimpulan yang dapat diambil bahwa sebagian ada yang memilih pro dengan setuju akan anak zaman sekarang malas berorganisasi karena sebagian mereka menganggap bahwa bermain lebih seru daripada harus berorganisasi, sedangkan sebagian memilih kontra karena bagaimana pun mahasiswa akan menghindar akan tetap berorganisasi dimana pun mereka berada. Acara diambil alih kembali oleh MC dengan melakukan ice breaking berupa bermain game lanjut kata, MC membacakan kesimpulan dan acara ditutup dengan foto bersama seluruh anggota HIMAKOTA dan HIMAKOM UNAIR. (Yulita Intania Putri Herawati)