10

Mar

FISIP Warnai Yudisium melalui Perayaan Prestasi dan Keberanian Lewat Karya Kritis

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menggelar yudisium bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis, dan Administrasi Publik di  tahun 2026. Kegiatan ini menjadi penanda resmi kelulusan mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh proses akademik. Sebanyak 58 mahasiswa Ilmu Komunikasi dinyatakan lulus dan siap melangkah ke jenjang berikutnya, baik di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

 

Yudisium ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mahasiswa selama menempuh pendidikan. Momen tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga refleksi perjalanan panjang penuh proses, tantangan, serta pencapaian yang membanggakan.

 

Salah satu lulusan terbaik, Sasmita Aprilia Putri, Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK tertinggi 3,85. Dalam wawancaranya, Sasmita mengungkapkan rasa syukur dan haru atas pencapaian tersebut.

 

“Pengalaman ini penuh rasa syukur dan haru, karena perjalanan ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang proses belajar disiplin, pengorbanan waktu, serta dukungan luar biasa dari dosen, keluarga, dan teman-teman. Setiap tantangan yang dilewati terasa membentuk pribadi yang lebih kuat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. “Semoga pencapaian ini bisa menjadi motivasi untuk terus belajar, tetap rendah hati, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Sasmita juga memberikan motivasi kepada mahasiswa lain agar tidak takut gagal dan terus bermimpi besar serta bekerja keras.

 

Selain itu, Fara Aulia Azvandira turut menjadi sorotan berkat karya skripsinya yang menarik berjudul “Content Analysis Komentar Instagram @IKMAHR tentang Persepsi Publik terhadap Roblox sebagai Sarana Predator Seksual dan Child Grooming.” Ia menyelesaikan studinya dalam waktu tujuh semester.

 

Fara mengaku perjalanan studinya sangat berkesan, terutama karena dukungan dosen yang suportif. “Walaupun lulus dalam tujuh semester dan menjalani skripsi di tengah perkuliahan, saya tetap optimis karena dukungan Bapak Insan dan Ibu Nara yang selalu meyakinkan bahwa skripsi ini pasti selesai,” tuturnya.

 

Ia juga membagikan tips kepada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi agar tidak menganggap skripsi sebagai hal menakutkan, melainkan sebagai karya yang membanggakan. “Tanamkan mindset positif, terus berprogres, dan jangan ragu bertanya kepada dosen pembimbing,” pesannya.

 

Melalui yudisium ini, FISIP Untag Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (Farisya Auliya)