Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Mar
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus
1945 (Untag) Surabaya kembali menggelar yudisium bagi mahasiswa Program Studi
Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis, dan Administrasi Publik di tahun 2026. Kegiatan ini menjadi penanda
resmi kelulusan mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh proses akademik.
Sebanyak 58 mahasiswa Ilmu Komunikasi dinyatakan lulus dan siap melangkah ke
jenjang berikutnya, baik di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
Yudisium ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan
mahasiswa selama menempuh pendidikan. Momen tersebut tidak hanya menjadi
seremoni, tetapi juga refleksi perjalanan panjang penuh proses, tantangan,
serta pencapaian yang membanggakan.
Salah satu lulusan terbaik, Sasmita Aprilia Putri, Mahasiswa Ilmu
Komunikasi yang berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK tertinggi 3,85.
Dalam wawancaranya, Sasmita mengungkapkan rasa syukur dan haru atas pencapaian
tersebut.
“Pengalaman ini penuh rasa syukur dan haru, karena perjalanan ini bukan
hanya tentang angka, tetapi tentang proses belajar disiplin, pengorbanan waktu,
serta dukungan luar biasa dari dosen, keluarga, dan teman-teman. Setiap
tantangan yang dilewati terasa membentuk pribadi yang lebih kuat dan
bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah garis akhir, melainkan awal
dari tanggung jawab yang lebih besar. “Semoga pencapaian ini bisa menjadi
motivasi untuk terus belajar, tetap rendah hati, dan memberi kontribusi nyata
bagi masyarakat,” tambahnya. Sasmita juga memberikan motivasi kepada mahasiswa
lain agar tidak takut gagal dan terus bermimpi besar serta bekerja keras.
Selain itu, Fara Aulia Azvandira turut menjadi sorotan berkat karya
skripsinya yang menarik berjudul “Content Analysis Komentar Instagram @IKMAHR
tentang Persepsi Publik terhadap Roblox sebagai Sarana Predator Seksual dan
Child Grooming.” Ia menyelesaikan studinya dalam waktu tujuh semester.
Fara mengaku perjalanan studinya sangat berkesan, terutama karena
dukungan dosen yang suportif. “Walaupun lulus dalam tujuh semester dan
menjalani skripsi di tengah perkuliahan, saya tetap optimis karena dukungan
Bapak Insan dan Ibu Nara yang selalu meyakinkan bahwa skripsi ini pasti
selesai,” tuturnya.
Ia juga membagikan tips kepada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi
agar tidak menganggap skripsi sebagai hal menakutkan, melainkan sebagai karya
yang membanggakan. “Tanamkan mindset positif, terus berprogres, dan jangan ragu
bertanya kepada dosen pembimbing,” pesannya.
Melalui yudisium ini, FISIP Untag Surabaya kembali menegaskan
komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan siap
berkontribusi bagi masyarakat. (Farisya Auliya)