16

Mar

Benchmarking Universitas Gajayana Malang untuk melakukan Sinergi Kurikulum.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menerima kunjungan kerja dari Universitas Gajayana (Uniga) Malang. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat FISIP Untag Surabaya pada Selasa, 23 Desember 2025. Agenda utama kunjungan ini membahas pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Hajidah Fidzahin selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya memimpin jalannya diskusi. Delegasi Untag Surabaya turut menghadirkan Wakil Dekan Mohammad Insan Romadhan, Kepala Lab Ilkom Kun Muhammad Adi dan Fransisca Benedicta, serta dosen Nara Garini. Sementara itu, rombongan Universitas Gajayana dipimpin oleh Kaprodi Uniga M Aswan bersama jajaran dosen Eko Budi, Irfani Zukurifillah, Zaimdal, dan staf Key-Ko An-Najibah.

Kedua universitas saling bertukar informasi mengenai struktur kurikulum yang sedang berjalan. Untag Surabaya memaparkan proses sosialisasi kurikulum yang kini sudah terintegrasi pada website program studi. Hal ini memudahkan mahasiswa dan stakeholder mengakses informasi akademis secara transparan. Diskusi berlanjut pada penerapan teknis kebijakan MBKM yang menjadi standar pendidikan tinggi saat ini.

Penerapan Project PJBL dan Pendampingan UMKM

Universitas Gajayana Malang membagikan pengalaman mereka dalam melaksanakan Project Based Learning (PJBL) dan Case Based Learning (CBL). Salah satu fokus utama mereka adalah program pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Model pembelajaran ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kompetensi praktis yang langsung berdampak pada masyarakat. Pihak Untag Surabaya menilai langkah ini sejalan dengan semangat pengabdian dalam kurikulum komunikasi.

Pertemuan ini juga menekankan pentingnya pendampingan intensif saat penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah. Kualitas RPS menjadi kunci utama dalam menjamin capaian pembelajaran lulusan sesuai standar nasional. Kedua belah pihak sepakat bahwa dosen membutuhkan arahan yang sinkron agar materi perkuliahan tetap relevan dengan kebutuhan industri.

Sistem Penjaminan Mutu dan Pengelolaan Laboratorium

Terkait pengawasan akademik, kedua kampus memiliki kesamaan struktur pada badan penjaminan mutu. Saat ini fungsi penjaminan mutu masih berpusat pada tingkat universitas lalu turun ke tingkat fakultas. Belum ada unit penjaminan mutu khusus yang berdiri sendiri di tingkat program studi. Untag Surabaya sendiri menjalankan mekanisme monitoring kurikulum sebanyak dua kali dalam satu tahun untuk menjaga konsistensi mutu pendidikan.

Diskusi ini juga membedah perbedaan fokus peminatan dan fasilitas pendukung. Universitas Gajayana saat ini mengarahkan peminatan mahasiswa pada bidang Public Relations dan Broadcast. Dalam hal fasilitas, Uniga mengelola satu pusat laboratorium yang terbagi menjadi tiga bagian fungsional. Hal ini berbeda dengan pengelolaan di Untag Surabaya yang menempatkan kepala laboratorium spesifik untuk mendukung operasional praktikum mahasiswa Ilmu Komunikasi secara lebih mendalam (Moch Dzikry Nur Alam).