Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Mar
Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menerima
kunjungan kerja dari Universitas Gajayana (Uniga) Malang. Pertemuan berlangsung
di Ruang Rapat FISIP Untag Surabaya pada Selasa, 23 Desember 2025. Agenda utama
kunjungan ini membahas pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education
(OBE) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Hajidah Fidzahin
selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya memimpin jalannya diskusi.
Delegasi Untag Surabaya turut menghadirkan Wakil Dekan Mohammad Insan Romadhan,
Kepala Lab Ilkom Kun Muhammad Adi dan Fransisca Benedicta, serta dosen Nara
Garini. Sementara itu, rombongan Universitas Gajayana dipimpin oleh Kaprodi
Uniga M Aswan bersama jajaran dosen Eko Budi, Irfani Zukurifillah, Zaimdal, dan
staf Key-Ko An-Najibah.
Kedua universitas
saling bertukar informasi mengenai struktur kurikulum yang sedang berjalan.
Untag Surabaya memaparkan proses sosialisasi kurikulum yang kini sudah
terintegrasi pada website program studi. Hal ini memudahkan mahasiswa dan
stakeholder mengakses informasi akademis secara transparan. Diskusi berlanjut
pada penerapan teknis kebijakan MBKM yang menjadi standar pendidikan tinggi
saat ini.
Penerapan Project
PJBL dan Pendampingan UMKM
Universitas Gajayana
Malang membagikan pengalaman mereka dalam melaksanakan Project Based Learning
(PJBL) dan Case Based Learning (CBL). Salah satu fokus utama mereka adalah
program pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Model pembelajaran
ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kompetensi praktis yang langsung
berdampak pada masyarakat. Pihak Untag Surabaya menilai langkah ini sejalan
dengan semangat pengabdian dalam kurikulum komunikasi.
Pertemuan ini juga
menekankan pentingnya pendampingan intensif saat penyusunan Rencana
Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah. Kualitas RPS menjadi kunci utama dalam
menjamin capaian pembelajaran lulusan sesuai standar nasional. Kedua belah
pihak sepakat bahwa dosen membutuhkan arahan yang sinkron agar materi
perkuliahan tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Sistem Penjaminan
Mutu dan Pengelolaan Laboratorium
Terkait pengawasan
akademik, kedua kampus memiliki kesamaan struktur pada badan penjaminan mutu.
Saat ini fungsi penjaminan mutu masih berpusat pada tingkat universitas lalu
turun ke tingkat fakultas. Belum ada unit penjaminan mutu khusus yang berdiri
sendiri di tingkat program studi. Untag Surabaya sendiri menjalankan mekanisme
monitoring kurikulum sebanyak dua kali dalam satu tahun untuk menjaga
konsistensi mutu pendidikan.
Diskusi ini juga
membedah perbedaan fokus peminatan dan fasilitas pendukung. Universitas
Gajayana saat ini mengarahkan peminatan mahasiswa pada bidang Public Relations
dan Broadcast. Dalam hal fasilitas, Uniga mengelola satu pusat laboratorium
yang terbagi menjadi tiga bagian fungsional. Hal ini berbeda dengan pengelolaan
di Untag Surabaya yang menempatkan kepala laboratorium spesifik untuk mendukung
operasional praktikum mahasiswa Ilmu Komunikasi secara lebih mendalam (Moch
Dzikry Nur Alam).