Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jan
Surabaya – Sebagai
salah satu stasiun televisi lokal yang sudah lama beroperasi, JTV terus
mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan media yang semakin ketat.
Dengan fokus pada kearifan local dan adaptasi ke media digital, JTV berhasil
menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya Jawa Timur.
JTV
dikenal dengan program-program khasnya yang dekat dengan masyarakat lokal,
misalnya Pojok Kampung dan Program Dangdut. Program ini menajdi daya tarik
utama karena mengangkat cerita dan budaya lokal yang relevan dengan kehidupan
sehari-hari audiensnya. Hal ini membuat JTV tetap menjadi pilihan utama di
tengah beragamnya pilihan media.
Dalam
Upaya menjaga keseimbangan antara kecepatan dan kualitas media, JTV tentunya
terus berinovasi. Meskipun berita televisi memiliki keunggulan dalam kecepatan,
media online seperti portal berita
JTV kini menjadi pelengkap yang penting. Dengan memanfaatkan platform digital
JTV mampu menghadirkan berita yang lebih cepat dan sekaligus mempertahankan
kualitas kontennya.
Program
TV andalan JTV, Pojok Kampung menjadi ikon yang sulit dipisahkan dari identitas
stasiun televisi ini. Popularitas program tersebut terus bertahan karena
dianggap mewakili masyarakat local dengan segala keunikannya, “Kita masih
bertahan dengan pojok kampung ya, karena sudah terkenal banget yak arena
masyarakat. Kalo sudah membicarakan JTV pasti identik dengan pojok kampung,
jadi program ini yang masih kita pertahankan sampai saat ini.” Jelasnya Khoirul
Nasihin (Program Director JTV).
Baru-baru
ini mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya mengunjungi JTV untuk mempelajari
proses produksi program televisi secara langsung. Kunjungan ini diharapkan
memberikan wawasan mahasiswa, memperkuat teori yang telah dipelajari di kampus,
dan memberikan pengalaman yang nyata bagaimana sebuah program televisi
diproduksi.
Melalui strategi yang fokus kepada kearifan lokal dan adaptasi digital, JTV terus membuktikan bahwa media local memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, bahkan di era digital sekalipun. (Thoriq)
Foto: Ardhan