16

Jan

Strategi Sukses JTV, Angkat Kearifan Lokal dan Eksis di Era Digital

Surabaya – Sebagai salah satu stasiun televisi lokal yang sudah lama beroperasi, JTV terus mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan media yang semakin ketat. Dengan fokus pada kearifan local dan adaptasi ke media digital, JTV berhasil menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya Jawa Timur.

JTV dikenal dengan program-program khasnya yang dekat dengan masyarakat lokal, misalnya Pojok Kampung dan Program Dangdut. Program ini menajdi daya tarik utama karena mengangkat cerita dan budaya lokal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari audiensnya. Hal ini membuat JTV tetap menjadi pilihan utama di tengah beragamnya pilihan media.

Dalam Upaya menjaga keseimbangan antara kecepatan dan kualitas media, JTV tentunya terus berinovasi. Meskipun berita televisi memiliki keunggulan dalam kecepatan, media online seperti portal berita JTV kini menjadi pelengkap yang penting. Dengan memanfaatkan platform digital JTV mampu menghadirkan berita yang lebih cepat dan sekaligus mempertahankan kualitas kontennya.

 

Program TV andalan JTV, Pojok Kampung menjadi ikon yang sulit dipisahkan dari identitas stasiun televisi ini. Popularitas program tersebut terus bertahan karena dianggap mewakili masyarakat local dengan segala keunikannya, “Kita masih bertahan dengan pojok kampung ya, karena sudah terkenal banget yak arena masyarakat. Kalo sudah membicarakan JTV pasti identik dengan pojok kampung, jadi program ini yang masih kita pertahankan sampai saat ini.” Jelasnya Khoirul Nasihin (Program Director JTV).

Baru-baru ini mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya mengunjungi JTV untuk mempelajari proses produksi program televisi secara langsung. Kunjungan ini diharapkan memberikan wawasan mahasiswa, memperkuat teori yang telah dipelajari di kampus, dan memberikan pengalaman yang nyata bagaimana sebuah program televisi diproduksi.

Melalui strategi yang fokus kepada kearifan lokal dan adaptasi digital, JTV terus membuktikan bahwa media local memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, bahkan di era digital sekalipun. (Thoriq)

Foto: Ardhan