19

Sept

Setelah 2 Tahun Kuliah Daring, Begini Kesan Mahasiswa di Satu Minggu Pertama Kuliah Luring

Akhirnya Indonesia mulai menjalani aktivitas secara normal, setelah kurang lebih 2 tahun dilanda pandemi yang diakibatkan oleh COVID-19. Perkuliahan luring juga sudah mulai berlaku di banyak universitas di Indonesia. Hal tersebut juga berlaku di Kampus Merah Putih Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Sudah 2 tahun lamanya perkuliahan dilakukan secara online melalui berbagai platform pembelajaran digital, mulai dari zoom, google meet, e-learning untag atau dikenal dengan elitag.

Pada 5 september 2022 merupakan hari pertama dimana para mahasiswa-mahasiswi mengikuti pembelajaran luring secara langsung di Kampus setelah 2 tahun lamanya dilakukan secara daring dan hybrid. Hal tersebut menimbulkan besarnya antusias yang hadir dari kalangan mahasiswa. Karena secara 2 tahun mereka hanya melakukan pembelajaran bertatap muka dengan laptop, bukan secara langsung. Mulai pagi hari, gedung-gedung di Kampus Merah Putih mulai dipadati mahasiswa yang ingin mengikuti proses belajar mengajar.

Kembalinya aktivitas normal pada kegiatan kampus, menimbulkan berbagai macam respon tentunya. “Pastinya seneng ya karena udah 2 tahun, terus juga sekarang lebih produktif. Terus Untag juga protokol kesehatannya udah semakin bagus” Ujar Ilmi Nur Annisa, mahasiswa ilmu komunikasi Untag Surabaya.

Ada juga pendapat yang disampaikan oleh Abdul Rhokim, yang merupakan salah satu mahasiswa ilmu komunikasi Untag Surabaya mengatakan bahwa dalam menghadapi kuliah secara luring, pertamanya culture shock ya, yang sebelumnya dilakukan daring di rumah nyantai. Terus tiba-tiba kuliah luring lagi, kaget. Terus ketemu temen-temen juga. Selain itu ada kesan yang disampaikan oleh mahasiswa ilmu komunikasi, “Dulu sempat kuliah luring 1 semester, lalu harus kuliah daring selama kurang lebih 2 tahun. Awalnya kuliah daring agak kaget, tapi karena udah terbiasa jadi biasa aja. Terus harus kuliah luring lagi dan menyesuaikan diri lagi, bertemu teman-teman secara langsung ternyata lebih menyenangkan daripada kuliah daring.” Ujar Imro’atul Mufidah.

Dalam jangka 2 tahun dilakukannya pembelajaran secara daring, membuat Untag Surabaya juga merenovasi serta membangun beberapa Gedung baru di wilayah Untag Surabaya. Terbukti dengan adanya Gedung Kantor Pusat Yayasan dan Rektorat Untag Surabaya. (Nadya Difa)