23

Jul

Mahasiswa Ilkom Untag Lolos PPK Ormawa Dikti

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program meningkatkan kapasitas ormawa melalui proses pembinaan ormawa oleh Perguruan Tinggi yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Beberapa Mahasiswa - Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya telah dinyatakan lolos oleh Dikti per tanggal 09 Juni 2022 dalam program PPK Ormawa 2022 yang rencana akan digelar di desa bejijong Kecamatan Trowulan Mojokerto.  

Sejumlah Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya yang terlibat  dalam PPK Ormawa 2022 diantaranya yakni Fransiskus Ari Nugraha – 1112000192, Anggraeni Cahya Ningrum – 1111900095, Dini Handayani Sagita – 112190007, Isaam Fajar Maulana – 11219000168,  Tariza Ramadhania -  1121900087, Bizi Bina Tsalshabila – 1152000210, Cintya Chairul Putri – 1122000097, Devangga Wahyu  Ramadhan – 1122000112, Erina Vidiyanti – 1122000090, Kholifahtul Andaresta – 1122000113, Lituhayu Sukma Garini – 1152000314, Muhammad Rafi Syafruddin – 1152000169, Novia Aulia Sari – 1152000385, Rafa Daniela -1152000161, dan Tiara Del Vienna – 1152000173.

Rafa Daniela atau akrab disapa rafa, salah satu mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi yang beranjak semester 5 mengungkapkan perasaan senang bisa terlibat dan telah dinyatakan lolos PPK Ormawa 2022 yang diadakan oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mula-mula Rafa mendelegasikan ke beberapa teman yang melibatkan sejumlah himpunan mahasiswa di FISIP. “Namun setelah tahu rancangan program yang bakalan berjalan ternyata aku [mampu] kuasai  dan akhirnya aku memutuskan untuk join.” Pungkas Rafa.

Rafa menjelaskan benefit yang didapatkanya adalah bisa membangun relasi dan menumbuhkan koneksi diluar program studi, rafa menuturkan bahwa selain itu kegiatan pengabdian semacam ini bisa merasakan hiruk pikuk dunia mahasiswa [mahasiswa seutuhnya], terlebih Rafa menyukai kegiatan volunteer. “Nah karenakan dari awal kuliah online ya, jadi aku lebih paham gimana nantinya ketika terjun ke masyrakat, terus bakalan berinteraksi langsung kepada penduduk setempat tapi selain itu ada juga dari segi akademik yang bisa dikonversi.” Jelas Rafa. (Abyu)