23

Mar

Kuliah Tamu bareng Brilliant Yotenega Bahas “The GPT-4*

Ilmu Komunikasi Untag Surabaya menyelenggarakan mata kuliah tamu dengan pemateri Brilliant Yotenega, penulis buku ‘How to Tame The Beast’ sekaligus founder Storial.co dan komunitas Ngap(AI)n pada Selasa, 21 Maret 2023, bertempat di Gedung Pusat Rektorat & Yayasan Lantai 6. Acara berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Mata kuliah tamu Chat-GPT secara khusus wajib bagi mahasiswa ilmu komunikasi kelas Data Science dan Creative Writing dengan turut dihadiri pula oleh beberapa mahasiswa mata kuliah lain, Dosen, serta beberapa pihak lain. Acara dilaksanakan dengan serangkaian agenda mulai dari pembukaan, diskusi, dokumentasi, dan penutup. Pembukaan diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Untag serta sambutan, diikuti dengan penyerahan cinderamata kepada pemateri dan penampilan musik akustik oleh mahasiswa.

Sesi diskusi materi diawali dengan penjelasan singkat gambaran teknologi Chat-GPT sebagai sebuah program kecerdasan buatan, “Chat-GPT, gampangnya, adalah program komputer yang dapat melakukan percakapan dan memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan,” ungkap Brilliant, pemateri diskusi kuliah tamu. Melanjutkan sesi diskusi interaktif, berikutnya kuliah tamu dilaksanakan dengan praktik langsung pengoperasian Chat-GPT melalui aplikasi ai.com. Pemateri dan peserta bersama mengajukan pertanyaan melalui aplikasi Chat-GPT, aplikasi digunakan bersama dan ditampilkan melalui layar proyektor. Antusiasme peserta tampak dari diskusi aktif yang dilakukan, dari awal sesi diskusi hingga akhir peserta terus melontarkan baik pertanyaan untuk diajukan pada Chat-GPT ataupun pemateri.

Dalam sesi diskusinya, pemateri mengungkap beberapa fakta tentang Chat-GPT yang digunakan, diantaranya bahwa Chat-GPT dapat diakses melalui situs web ataupun aplikasi, tipe yang ditampilkan pemateri adalah tipe 4, tersedia layanan premium berbayar Chat-GPT, Chat-GPT hanya dapat menjawab informasi berdasarkan data terakhir per November 2021, serta tips dan trik penggunaan Chat-GPT. Melalui sebuah pertanyaan, Brilliant Yotenega juga menganjurkan kebijakan dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan, salah satunya terhadap teknologi kloning manusia, “Bukan berarti ketika kita bisa, maka kita harus melakukan”. Brilliant Yotenega juga memaparkan bahwa Chat-GPT merupakan sebuah ‘Beast’ atau monster, yang dapat dikondisikan ketika sudah dijinakkan, “Chat-GPT adalah sebuah Beast, dan dia akan menjadi semakin pintar ketika kita melatihnya”.

(Dziyaaul Hubbi Arsyad)