26

Jun

Kerjasama Proyek Kemanusiaan Prodi Ilmu Komunikasi Dengan ECOTON

Surabaya, 23 Juni 2023 - Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya telah menjalin kemitraan yang signifikan dengan Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON), Organisasi yang fokus pada pelestarian lingkungan hidup ini berlokasi di Wringinanom Gresik, Jawa Timur. Jalinan kerjasama dilaksanakan selama 5 tahun terhitung sejak  September 2021 hingga September 2026.  Kerjasama ini melibatkan program Mahasiswa Berbasis Kampus Merdeka (MBKM) dalam proyek kemanusiaan yang bertujuan untuk mengatasi masalah lingkungan dan masyarakat di wilayah sekitar.

Nara Garini Ayuningrum, S. TR. I.KOM., M.A selaku dosen Program Studi Ilmu Komunikasi yang turut berkontribusi dalam terjalinnya kerjasama ini menyampaikan apa yang menjadi dorongan sehingga memilih ECOTON sebagai mitra MBKM “ECOTON itu adalah salah satu mitra proyek kemanusiaan yang paling aktif, jadi mereka itu programnya ada terus, sehingga mahasiswa yang magang disitu turut aktif dalam menjalankan kegiatan dari ECOTON,” Ungkap Nara saat wawancara.

Dalam upaya untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu komunikasi mereka untuk tujuan sosial, Program Studi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya telah merancang proyek kemanusiaan yang melibatkan mahasiswa MBKM. Kerjasama dengan ECOTON memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan mempromosikan praktek berkelanjutan di wilayah sekitar. Melalui berbagai kegiatan komunikasi, seperti kampanye sosial, turut serta meninjau lokasi lingkungan , dan kegiatan penyuluhan, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya akan bekerja sama dengan tim ECOTON untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat.

Dalam proyek ini, mahasiswa akan belajar tentang strategi komunikasi yang efektif untuk tujuan kemanusiaan. Mereka akan bekerja sama dengan tim ECOTON dalam merancang dan melaksanakan kampanye komunikasi yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam hal pengelolaan limbah, pengelolahan kebersihan air, dan penggunaan energi terbarukan.

Mohammad Insan Romadhan, S.I.KOM.,M.MED.KOM, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya berharap dengan adanya kerjasama dengan berbagai mitra dapat mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan pekerjaan nantinya, "kita memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada mahasiswa agar mereka bisa dilirik oleh dunia usaha dan dunia industri, sehingga mereka punya nilai lebih dan dapat langsung ditarik menjadi pegawai tetap, dan sudah terbukti dibeberapa mitra ada yang menjadikan mahasiswa untuk untuk menjadi pegawai disana." Kata Insan saat wawancara.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, proyek kemanusiaan ini juga memberikan manfaat bagi para mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya. Mereka akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi mereka dalam konteks nyata, serta memperluas jaringan profesional mereka melalui kolaborasi dengan ECOTON dan pihak terkait lainnya.

Dalam kerjasama ini, ECOTON juga akan memberikan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa dalam melaksanakan proyek. Mereka akan berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang isu-isu lingkungan saat ini.

Proyek kemanusiaan ini sejalan dengan tujuan UNTAG Surabaya dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kesadaran sosial dan siap berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Program Studi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya berharap kerjasama ini dapat menjadi langkah awal yang sukses dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan upaya kemanusiaan, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Dalam waktu mendatang, Program Studi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya berencana untuk menjalin lebih banyak kerjasama dengan organisasi dan lembaga lainnya untuk proyek kemanusiaan serupa. Diharapkan hal ini dapat membuka pintu bagi mahasiswa untuk terlibat dalam lebih banyak inisiatif sosial dan memperluas dampak positif yang dapat mereka berikan sebagai calon profesional komunikasi.

(Rizqi Kurniawan)