24

Okt

Empat Jendela, Empat Perspektif: Menyikapi Teori Johari dalam Komunikasi Pribadi

Pernahkah kamu merasa komunikasi dengan orang lain terasa sulit atau tidak efektif? Mungkin, kita bisa menemukan jawabannya dengan melihat diri kita melalui ’empat jendela’ dalam teori johari. Teori Johari Window mengilustrasikan hubungan antara diri kita dengan persepsi orang lain melalui empat jendela yakni terbuka, tersembunyi, buta dan tidak dikenal.

 

Bagian diri yang kita ketahui serta orang lain juga mengetahuinya. Ini adalah area komunikasi yang terbuka dan jujur. Ini yang biasanya disebut Jendela Terbuka (Open Area). Jendela Tersembunyi (Hidden Area) adalah bagian diri yang kita ketahui, tetapi orang lain tidak tahu. Ini biasanya informasi yang kita simpan untuk diri kita sendiri. Sedangkan bagian diri yang orang lain tahu, tapi kita sendiri tidak sadar. Ini bisa menjadi area yang seringkali menjadi sumber miskomunikasi atau konflik. Untuk bagian diri yang tidak diketahui oleh kita maupun orang lain disebut jendela tak dikenal (Unknown Area). Ini mungkin berhubungan dengan potensi yang belum kita sadari atau pengalaman hidup yang akan mengungkapkannya.

 

Dengan membuka lebih banyak ’jendela terbuka’, kita bukan hanya mengungkapkan lebih banyak tentang diri kita, tetapi juga menciptakan ruang untuk pemahaman yang lebih baik, kepercayaan yang lebih kuat, dan hubungan yang lebih harmonis. Ini adalah langkah penting menuju komunikasi yang lebih baik dan hubungan yang lebih positif, baik di tempat kerja maupun di rumah. Umpan balik jendela buta membantu orang lain menyadari perilaku atau kebiasaan yang mungkin tidak mereka ketahui, yang dapat meningkatkan hubungan dan kinerja mereka. Dalam hubungan pribadi, umpan balik meningkatkan pemahaman dan kepercayaan, sementara di dunia kerja, umpan balik ini mendorong peningkatan diri dan kerja tim yang lebih baik. Agar tidak menimbulkan konflik atau rasa defensif, penting untuk memberikan umpan balik dengan cara yang empatik. Setiap orang memiliki "jendela tak dikenal" potensi yang belum mereka ketahui. Kita dapat menemukan potensi tersebut dengan tetap terbuka dan berani menghadapi tantangan baru. Karena kita menjadi lebih terbuka terhadap pengalaman baru dan belajar dari umpan balik orang lain, proses ini membantu kita berkembang dalam kehidupan pribadi dan profesional kita. Semakin kita menjadi lebih terbuka, semakin besar kemungkinan kita untuk mengeksplorasi kemampuan atau bakat yang selama ini kita simpan. Dengan memahami 4 jendela diri kita sendiri, kita bisa menjadi lebih sadar dan terbuka dalam berkomunikasi, yang pada akhirnya membangun hubungan yang lebih sehat dan efektif. Dian Aulia Rahmah