Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Okt
Pernahkah
kamu merasa komunikasi dengan orang lain terasa sulit atau tidak efektif?
Mungkin, kita bisa menemukan jawabannya dengan melihat diri kita melalui ’empat
jendela’ dalam teori johari. Teori Johari Window mengilustrasikan
hubungan antara diri kita dengan persepsi orang lain melalui empat jendela
yakni terbuka, tersembunyi, buta dan tidak dikenal.
Bagian
diri yang kita ketahui serta orang lain juga mengetahuinya. Ini adalah area
komunikasi yang terbuka dan jujur. Ini yang biasanya disebut Jendela Terbuka
(Open Area). Jendela Tersembunyi (Hidden Area) adalah bagian diri yang kita
ketahui, tetapi orang lain tidak tahu. Ini
biasanya informasi yang kita simpan untuk diri kita sendiri. Sedangkan bagian diri yang orang lain tahu, tapi kita
sendiri tidak sadar. Ini bisa menjadi area yang seringkali menjadi sumber
miskomunikasi atau konflik. Untuk bagian diri yang tidak diketahui oleh kita
maupun orang lain disebut jendela tak dikenal (Unknown Area). Ini mungkin
berhubungan dengan potensi yang belum kita sadari atau pengalaman hidup yang
akan mengungkapkannya.
Dengan
membuka lebih banyak ’jendela terbuka’, kita bukan hanya mengungkapkan lebih
banyak tentang diri kita, tetapi juga menciptakan ruang untuk pemahaman yang
lebih baik, kepercayaan yang lebih kuat, dan hubungan yang lebih harmonis. Ini
adalah langkah penting menuju komunikasi yang lebih baik dan hubungan yang
lebih positif, baik di tempat kerja maupun di rumah. Umpan balik jendela buta
membantu orang lain menyadari perilaku atau kebiasaan yang mungkin tidak mereka
ketahui, yang dapat meningkatkan hubungan dan kinerja mereka. Dalam hubungan
pribadi, umpan balik meningkatkan pemahaman dan kepercayaan, sementara di dunia
kerja, umpan balik ini mendorong peningkatan diri dan kerja tim yang lebih
baik. Agar tidak menimbulkan konflik atau rasa defensif, penting untuk
memberikan umpan balik dengan cara yang empatik. Setiap orang memiliki
"jendela tak dikenal" potensi yang belum mereka ketahui. Kita dapat
menemukan potensi tersebut dengan tetap terbuka dan berani menghadapi tantangan
baru. Karena kita menjadi lebih terbuka terhadap pengalaman baru dan belajar
dari umpan balik orang lain, proses ini membantu kita berkembang dalam
kehidupan pribadi dan profesional kita. Semakin kita menjadi lebih terbuka,
semakin besar kemungkinan kita untuk mengeksplorasi kemampuan atau bakat yang
selama ini kita simpan. Dengan memahami 4 jendela diri kita sendiri, kita bisa
menjadi lebih sadar dan terbuka dalam berkomunikasi, yang pada akhirnya
membangun hubungan yang lebih sehat dan efektif. Dian Aulia Rahmah