14

Des

Dosen Ilkom Untag Surabaya Melihat Potensi Desa Kreatif

Surabaya- Anugrah Patriot Jawi Wetan (APWJ) II 2024 Lomba Desa Kreatif yang dilaksanakan oleh Polda Jatim yang berkolaborasi dengan Kodam Brawijaya serta Pemprov Jatim pada bulan April – Oktober 2024 bertema “Inovasi Kreatif Kolaborasi Sinergis Tiga Pilar Memberdayakan Desa”.

 

Lomba ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kolaborasi sinergis antara tiga pilar (Kelurahan, Babinsa dan Bhanbinkamtibmas) untuk memberikan layanan kepada publik dan meningkatkan keberdayaan masyrakat. Peserta lomba ini ialah Desa/Kelurahan yang ada di Jawa Timur yang berjumlah 8.501 desa, tetapi tidak semua lolos seleksi administrasi Desa/Kelurahan yang lolos seleksi sebanyak 144.

 

Beberapa tahapan dilakukan untuk menilai lolos atau tidaknya sebuah desa. Seleksi pertama tahapan administrasi yang dimana sebuah desa/kelurahan mengirim video company profile serta inovasinya yang menghasilkan 144 desa/kelurahan yang lolos. Penilaian kedua dengan melakukan zoom meeting yang dimana di adakan sesi tanya jawab kepada 3 pilar dengan hasil 20 desa/kelurahan yang lolos. Penilaian ketiga para juri datang ke lokasi untuk menilai dan yang terkahir ialah penilaian ke empat dengan seleksi tahapan 1-2-3 juara 7 kategori dan 10 desa terbaik.

 

Dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, berkesempatan menjadi juri pada perlombaan, yakni kedua dosen tersebut adalah Bapak Drs. Jupriono, M.Si dan Bapak Doan Whidhiandono, S.Sos., M.I.Kom.  Dipilihnya dosen dari Untag Surabaya karena adanya kerja sama Pihak Fakultas Fisip dengan Polda Jatim.

Menjadi juri di acara ini memiliki tanggungjawab yang besar, pasalnya puluhan kreativitas dari desa yang mereka tunjukan dan harus di nilai dengan teliti, seksama dan obejktif.

 

 

“Dengan menjadi juri di acara ini menjadi pengalaman yang baru dan berharga karena bisa mengetahui langsung inovasi dan kreativitas masyarakat yang ada di desa” Ujar Jupri dosen ilkom untag Surabaya

 

Dillibatkannya para Akademisi sebagai juri di APJW 20204 menunjukan bahwa Polda Jatim mempercayai keobjetivitas dan kredibilitas masyrakat kampus khususnya Untag dan Unair. Sebagai Akademisi juga wajib menjaga kepercayaan ini. Bukan hanya soal reputasi, tetapi menjadi sarana untuk mengabdi ke masyarkat sebagai salah satu contoh dari Tridarma.

 

Dampak nyata yang ada setelah di adakannya acara tersebut bisa terlihat dengan jelas, meningkatnya kerjasama, keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan pemanfaatan media massa dan media sosial yang baik membantu dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa. (Reinsky)