Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Des
Surabaya- Anugrah Patriot Jawi Wetan (APWJ) II 2024
Lomba Desa Kreatif yang dilaksanakan oleh Polda Jatim yang berkolaborasi dengan
Kodam Brawijaya serta Pemprov Jatim pada bulan April – Oktober 2024 bertema
“Inovasi Kreatif Kolaborasi Sinergis Tiga Pilar Memberdayakan Desa”.
Lomba ini dilaksanakan dengan tujuan
meningkatkan kolaborasi sinergis antara tiga pilar (Kelurahan, Babinsa dan
Bhanbinkamtibmas) untuk memberikan layanan kepada publik dan meningkatkan
keberdayaan masyrakat. Peserta lomba ini ialah Desa/Kelurahan yang ada di Jawa
Timur yang berjumlah 8.501 desa, tetapi tidak semua lolos seleksi administrasi
Desa/Kelurahan yang lolos seleksi sebanyak 144.
Beberapa tahapan dilakukan untuk menilai lolos
atau tidaknya sebuah desa. Seleksi pertama tahapan administrasi yang dimana
sebuah desa/kelurahan mengirim video company profile serta inovasinya yang
menghasilkan 144 desa/kelurahan yang lolos. Penilaian kedua dengan melakukan
zoom meeting yang dimana di adakan sesi tanya jawab kepada 3 pilar dengan hasil
20 desa/kelurahan yang lolos. Penilaian ketiga para juri datang ke lokasi untuk
menilai dan yang terkahir ialah penilaian ke empat dengan seleksi tahapan 1-2-3
juara 7 kategori dan 10 desa terbaik.
Dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya, Fakultas
Ilmu Sosial dan Politik, berkesempatan menjadi juri pada perlombaan, yakni
kedua dosen tersebut adalah Bapak Drs.
Jupriono, M.Si dan Bapak Doan
Whidhiandono, S.Sos., M.I.Kom.
Dipilihnya dosen dari Untag Surabaya karena adanya kerja sama Pihak
Fakultas Fisip dengan Polda Jatim.
Menjadi juri di acara ini memiliki
tanggungjawab yang besar, pasalnya puluhan kreativitas dari desa yang mereka
tunjukan dan harus di nilai dengan teliti, seksama dan obejktif.
“Dengan menjadi juri di acara ini menjadi
pengalaman yang baru dan berharga karena bisa mengetahui langsung inovasi dan
kreativitas masyarakat yang ada di desa” Ujar Jupri dosen ilkom untag Surabaya
Dillibatkannya para Akademisi sebagai juri di
APJW 20204 menunjukan bahwa Polda Jatim mempercayai keobjetivitas dan
kredibilitas masyrakat kampus khususnya Untag dan Unair. Sebagai Akademisi juga
wajib menjaga kepercayaan ini. Bukan hanya soal reputasi, tetapi menjadi sarana
untuk mengabdi ke masyarkat sebagai salah satu contoh dari Tridarma.
Dampak nyata yang ada setelah di adakannya
acara tersebut bisa terlihat dengan jelas, meningkatnya kerjasama, keamanan dan
ketertiban masyarakat. Dengan pemanfaatan media massa dan media sosial yang
baik membantu dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa. (Reinsky)