22

Agust

Dari Kampus ke Panggung YACA, Mahasiswa UNTAG Tunjukkan Etika dan Busana Elegan Lewat Table Manner

Surabaya – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menghadirkan warna baru dalam penguatan sebuah karakter mahasiswa melalui Gerakan tahunan yaitu dengan mengadakan Youth Achievement Communication Award (YACA) periode 2025, salah satu segmen yang secara khusus menarik perhatian adalah Praktikum Table Manner Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2025, diadakan di HOTEL SWISS BELL DARMO, acara ini dirancang sebagai ajang pembentukan etika, estetika, mengasah pengetahuan dan kreativitas mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter melalui simulasi makan formal. Tak hanya sekadar bagaimana menggunakan garpu dan pisau, melainkan juga bagaimana duduk, berbicara, hingga menjaga gestur tubuh secara elegan dan sopan di meja makan. serta kepercayaan diri bagi mahasiswa semester dua.

Kegiatan ini sebagi ajang mahasiswa untuk menampilkan diri mereka secara profesional sejak awal masa studi. Dengan mengenakan dresscode formal dan jas lengkap untuk mahasiswa laki-laki dan gaun elegan yang sangat cantik untuk mahasiswa Perempuan, para peserta tampil memukau pada malam hari di ruangan hotel yang sangat megah, berbaris rapi, dan mengikuti setiap tahapan dengan penuh keseriusan.

Praktikum Acara ini dipandu dan dibimbing langsung oleh Bapak Bagus Cahyo Shah Adhi Pradana, S.Sos., selaku dosen pengampu mata kuliah yang terintegrasi dalam praktikum tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Table Manner bukan sekadar ajang latihan makan formal, melainkan medium pembelajaran nyata yang sangat berguna dalam dunia kerja dan kehidupan sosial setelah menyelesaikan perkuliahaan, “Mahasiswa belajar bagaimana bersikap dalam forum resmi, mulai dari cara duduk, menata alat makan, hingga komunikasi nonverbal. Semua ini adalah keterampilan hidup yang jarang diajarkan secara eksplisit di ruang kelas,” ujar Bagus Cahyo Shah Adhi Pradana.

Tampak hadir pula Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, sekaligus penyelenggara kegiatan YACA 2025 ini, Bapak Mohammad Insan Romadhan, S.I.Kom., M.Med.Kom., yang turut mendampingi jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Beliau menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme mahasiswa, “Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat. Dunia kerja hari ini sangat menuntut itu” ujar Mohammad Insan.

Selain itu, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Bapak Muchamad Rizqi, S.I.Kom.,M.Med.Kom., sebagai dosen pengampu lainnya yang aktif memberikan masukan dan dukungan teknis selama proses praktik. Keterlibatan langsung para dosen ini menunjukkan makna dan keseriusan Prodi Ilmu Komunikasi UNTAG dalam membina mahasiswanya secara menyeluruh dalam kegiatan yang penuh makna dan berharga.

Salah satu aspek yang paling ditunggu-tunggu dalam Praktikum Table Manner ini adalah penghargaan yang telah diumumkan pada pertengahan acara yaitu Best Dress Code, yang diberikan kepada peserta dengan penampilan paling sesuai dengan nilai estetika dan etika formal. Penghargaan ini berhasil diraih oleh dua mahasiswa inspirati, Gresyela Agnes Relita sebagai pemenang kategori perempuan dan Maulana Rilo sebagai pemenang kategori laki-laki.

Gresyela tampil mempesona dengan balutan dress hitam dengan model yang sangat indah, dengan dipadukan dengan heels yang senada dan serasi, kemudian, dengan gaya duduk dan gesturnya yang lembut. Sedangkan, Maulana Rilo memancarkan aura percaya diri dan profesional dalam jas hitam klasik, dengan dilengkapi slayer berwarna kuning di kepala, serta lengkap dengan ekspresi kalem dan kontrol emosi yang tepat. Keduanya dinilai tidak hanya dari busana, tetapi juga dari keseluruhan cara membawa diri selama kegiatan berlangsung, “Awalnya tidak menyangka bakal menang dan masuk kategori ini, alhamdulillah ternyata kepilih intinya kalau saya percaya diri bakal menang, yaca kali ini keren tidak sia – sia ini diadakan”, ujar Maulana Rilo.

Table Manner YACA 2025 bukan hanya kompetisi bergengsi atau syarat akademik semata, melainkan cerminan bahwa UNTAG Surabaya menempatkan sebuah pendidikan yang berkarakter di posisi yang penting. Tidak ada yang terlalu kecil dalam pembentukan pribadi. Bahkan dari cara memegang sendok dan menyeka mulut pun bisa menjadi cerminan nilai dan etika seseorang segala sesuatu sangat dipriorotaskan sejak dini, bukan hanya memberikan pengetahuan terkait dunia Ilmu Komunikasi saja, tetapi keseluruhan secara merata dari yang sederhana sampai berbasis professional.  Dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa, dukungan penuh dari para dosen, dan pelaksanaan yang rapi serta penuh makna, Praktikum Table Manner ini diharapkan terus menjadi bagian dari pembelajaran holistik di kampus merah putih. Mahasiswa tidak hanya lulus sebagai sarjana komunikasi, tapi juga sebagai pribadi yang elegan, percaya diri, dan siap bersaing di dunia nyata. (Revalani Septania)