27

Apr

Cinta dan Takdir Sang Putri Ancaman Soft Power dan Jembatan untuk menjaga Patriotisme Indonesia

Sebagai mahasiswa prodi ilmu komunikasi univrsitas 17 agustus 1945 surabaya  ternyata perlu megkaji yang namanya microdrama china yang Dimana soft power atau budaya mereka masuk di Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia bagaimana cara kita tetap menjaga nilai patriotisme kita agar budaya kita tetap terjaga di kanca global.

Dimana lewat microdrama china Sejarah yang membawa nilai politik china ke Indonesia dengan sentuhan kisah romantis ditambaha kisah politik yang dapat membawa Kerjasama antara negara china dan Indonesia,” jelas sinta

Di satu sisi, fenomena ini dapat dilihat sebagai peluang. Masuknya budaya asing dapat membuka ruang pertukaran budaya dan mempererat hubungan antarnegara, termasuk antara Indonesia dan China. Melalui media hiburan, masyarakat menjadi lebih terbuka terhadap perbedaan dan memiliki pemahaman lintas budaya yang lebih luas. Dalam konteks ini, microdrama dapat menjadi jembatan kerja sama kultural yang positif.

Yang dimana kisah berjudul cinta dan takdir sang putri maya yang terjebak di dunia novel yang merupakan  di dunia novel yang merupakan sebuah khayalan untuk penonton  dari situ terlihat bahwa kalangan sekarang dominan menyukai kisah politik diringkas menjadi sebuah drama china romantis yang membawa budaya dan politik dari china  masuk ke Indonesia yang dapat menjalin Kerjasama antara negara Indonesia dan china dalam sebuah drama Cinta dan Takdir Sang Putri, misalnya, penonton tidak hanya disuguhkan kisah cinta, tetapi juga intrik kekuasaan, sistem kerajaan, dan norma sosial yang mencerminkan budaya China.

Microdrama china tersedia di beberapa platfrom yang dapat diakses lewat smartphone Microdrama china yang membawa nilai politik ke Indonesia melalui budaya makanan, Bahasa, Bahasa mandarin dan gaya hidup melalui serial microdrama china Sejarah dengan judul cinta dan takdir sang putri.

Saya pun menyukai microdrama china karena Sejarahnya dan budaya dari hal tersebut saya pun tertarik dan ingin mengkaji lebih dalam,” jelas sinta

Yang menembus hingga 3,5 juta views penonton dari semua kalangan dari yang muda hingga tua. Cara kita tetap menjaga nilai patriotisme kita yaitu tetap melestarikan budaya kita ke kanca global hingga internasional seperti batik dan kebaya yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia dari sambang sampai Merauke khususnya jawa.

Dalam hal ini Indonesia tetap mempunyai ciri khas sendiri yang harus tetap kita lestarikan sebagai warga negara Indonesia. Walaupun zaman sekarang sudah semakin modern.

Microdrama China, seperti Cinta dan Takdir Sang Putri, membawa dampak negatif signifikan ke Indonesia, terutama kecanduan digital dan kepuasan instan. Kepuasan instan ini muncul karena drama-drama tersebut menawarkan alur cerita yang sangat menarik dan kuat, sehingga menimbulkan kepuasan berlebih setelah menonton, yang pada akhirnya memperburuk pola konsumsi konten digital di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Selain itu, industri kreatif Indonesia juga perlu didorong untuk menghasilkan konten yang mampu bersaing secara global. Misalnya, dengan mengemas cerita sejarah atau budaya lokal dalam format yang lebih menarik dan relevan bagi generasi muda, seperti film, web series, atau bahkan microdrama versi Indonesia. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen budaya yang aktif.

Pada akhirnya, microdrama China seperti Cinta dan Takdir Sang Putri tidak dapat dilihat secara hitam putih. Ia bukan semata ancaman, tetapi juga peluang. Tantangannya terletak pada bagaimana kita sebagai generasi muda menyikapi arus globalisasi ini dengan bijak.

Apakah kita hanya akan menjadi penonton yang pasif, atau justru mampu mengambil inspirasi dan mengolahnya menjadi kekuatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia?

(Sinta)

Sumber : https://deddy.isi.ac.id/kekuatan-soft-power-china-dan-pelajaran-branding-global-untuk-industri-kreatif-indonesia/