Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Okt
Berdasarkan penelitian, ketakutan terbesar pertama bagi banyak orang adalah public speaking dan yang kedua adalah kematian. Setiap orang merasakan hal berbeda saat berbicara di depan umum. Meski demikian pasti ada solusi untuk mengurangi ketakutan akan berbicara di depan umum. Demikian yang disampaikan oleh Bawin Sri Lestari, SH., M.Psi., CPS. dalam Kuliah Umum bertema ‘Mengatasi Nervous Berbicara di Depan Umum’. Kuliah umum yang digelar pada Jumat, (4/10) ini diikuti oleh mahasiswa/i Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya.
Bawin menuturkan bahwa manfaat public speaking ini saat menjadikan tugas presentasi mahasiswa lancar, sehingga membantu saat sidang skripsi. Pun bermanfaat di dunia kerja dan bisa menambah jaringan pertemanan. “Ketika menguasai public speaking, anda menang 1 poin,” tegasnya. Dosen Fakultas Psikologi UNTAG Surabaya ini pun membagikan tips untuk mengurangi nervous, “Kalo nge-blank ya membuat catatan kecil. Tetapi kalau gerogi maka dengan self-love. Miliki mental dan pola pikir positif. Harus yakin. Katakan bahwa I can do it bukan I can't do it, paparnya.
Lebih lanjut wanita yang juga menjabat Ketua DPD IPSA Jawa Timur dan Direktur IM Communication ini mengatakan, “Perlihatkan bahasa tubuh yang menunjukkan rasa percaya diri. Bayangkan senyum audiens, jangan membayangkan hal yang negatif karena kalau berpikir negatif maka hasilnya negatif. Persepsikan audiens sebagai teman atau sahabat.” Tak hanya nervous, menurut Bawin waktu dan persiapan juga menjadi penting, “Datang lebih awal dan kenali lingkungan presentasi, jadi bisa untuk mengurangi kecemasan. Yang terpenting sebelum hal lain, persiapan adalah kunci menuju sukses.”
Dekan FISIP UNTAG Surabaya - Dr. Endro Tjahjono, MM. yang turut hadir, mengaku bahwa tema kuliah umum ini penting, utamanya bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. “Melalui public speaking maka bisa menyampaikan pemikiran, informasi pada khalayak. Bagi para pemula harus presentasi di depan orang banyak menjadi kecemasan karenanya membutuhkan keterampilan khusus. Perlu keterampilan fisik baik penampilan maupun gestur. Pun kita perlu kesiapan mental, artinya siap menyampaikan apapun, bahkan tanpa teks pun jika kita punya sistematika,” terang Endro saat membuka kuliah umum di Ruang Drs. R. Soeparman Hadipranoto Gedung Graha Wiyata lantai 9 ini. (um/ze)
Sumber: https://untag-sby.ac.id/web/beritadetail/bawinda-sri-lestari-bagikan-tips-public-speaking.html