05

Jan

Untag Surabaya Raih Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI VII Berkat Kinerja Riset dan Pengabdian

 

Surabaya – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali mencatatkan capaian strategis pada penghujung 2025. Kampus Merah Putih tersebut ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kampus Unggulan untuk kategori Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Akademik Klaster Utama dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur. Penghargaan ini diumumkan dalam Rapat Kerja Kepala LLDIKTI se Indonesia dan pimpinan perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah VII yang diselenggarakan di Grand Mercure Malang Mirama, Jumat, 31 Oktober 2025.

 

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., menyatakan bahwa apresiasi dari LLDIKTI ini merupakan indikator bahwa pengelolaan Catur Dharma di Untag Surabaya tidak hanya berjalan administratif, tetapi telah memberi dampak terukur bagi mutu akademik, penguatan ekosistem riset, serta kedekatan perguruan tinggi dengan masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini juga menjadi konfirmasi bahwa perguruan tinggi swasta mampu tampil sebagai aktor penting dalam produksi pengetahuan dan transfer teknologi kepada publik.

 

“Penghargaan ini menjadi penguatan bahwa setiap program yang kami jalankan berorientasi pada kualitas dan kebermanfaatan. Catur Dharma di Untag Surabaya selalu kami jalankan secara terpadu sehingga pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penanaman patriotisme berjalan dalam satu tarikan napas,” ujar Prof. Nugroho. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa iklim akademik yang kolaboratif. “Ini hasil kerja kolektif dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan mitra. Kultur kolaboratif ini yang ingin terus kami pelihara agar outcome penelitian dan pengabdian semakin dirasakan masyarakat,” tambahnya.

 

Rapat Kerja LLDIKTI tahun ini mengusung tema Peran Strategis Perguruan Tinggi untuk Hilirisasi yang menempatkan kampus sebagai simpul penting pengembangan inovasi berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Hadir dalam forum tersebut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., serta pimpinan perguruan tinggi swasta se Jawa Timur. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa isu hilirisasi bukan lagi agenda teknis, tetapi strategi nasional untuk memperkuat dampak sosial ekonomi dari riset kampus.

 

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dyah Sawitri, S.E., M.M., memberikan apresiasi khusus kepada Untag Surabaya yang dinilai konsisten mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan publikasi, paten, serta model pengabdian yang aplikatif. Menurutnya, penghargaan tersebut dimaksudkan untuk mendorong perguruan tinggi semakin adaptif menghadapi perubahan dan lebih proaktif bermitra dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas. “Momentum ini kita gunakan untuk memperkuat sinergi dan membangun komitmen bersama agar perguruan tinggi tidak berhenti pada output, tetapi berorientasi pada kemanfaatan nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Dengan raihan ini, posisi Untag Surabaya sebagai perguruan tinggi yang menonjol di bidang penelitian dan pengabdian semakin kokoh. Berbagai skim riset dosen, keterlibatan mahasiswa dalam proyek sosial, hingga program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan menjadi pembeda Untag Surabaya di tengah kompetisi perguruan tinggi. Ke depan, kampus ini berkomitmen menjaga tren positif tersebut melalui penguatan kapasitas peneliti, perluasan kolaborasi lintas sektor, serta hilirisasi hasil riset agar mampu berkontribusi langsung pada pembangunan nasional. (Moch Dzikry Nur Alam)