16

Mar

Program Studi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya Terapkan Pembelajaran Berbasis Proyek Dukung UMKM di Su

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menggelar kegiatan Gebyar Karya dan Seminar Nasional di Graha Widya Lantai 2 pada Senin, 16 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi karya mahasiswa sekaligus ajang pembuktian penerapan konsep media terintegrasi. Program studi menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek agar mahasiswa bisa langsung menyelesaikan tantangan di dunia nyata, khususnya dalam membantu sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM.

 

Acara ini mengusung tema Integrated Media Project for Advertising, Communication, and Design dengan melampirkan pesan Understanding and Empowering. Mahasiswa dari berbagai mata kuliah menampilkan hasil karya mereka secara langsung kepada publik. Karya tersebut mencakup bidang periklanan, komunikasi visual, fotografi, desain grafis, hingga manajemen hubungan masyarakat. Seluruh pameran karya merepresentasikan wujud integrasi antara teori akademik dan praktik langsung yang sejalan dengan kebutuhan industri kreatif masa kini.

 

Keterlibatan langsung mahasiswa Periklanan semester lima menjadi fokus utama dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini. Mahasiswa turun langsung ke lapangan mencari dan mendampingi berbagai pelaku UMKM lokal. Mereka membantu para pelaku usaha dari sisi promosi dan komunikasi pemasaran dengan memaksimalkan pemanfaatan media sosial serta platform digital lainnya. Mahasiswa menggandeng banyak mitra UMKM seperti Kampung Jepang Surabaya, Sabosa Lokal Apparel, Midstyle.id, Pilotter, Warung Bu Wenny, Wisata Kampung Batik Okra, Es Teh Bel-Bel, Bagi Kopi, Snack Dua Bersaudara, Loeang Kopi, Kue Basah Bu Lilik, dan puluhan mitra bisnis lainnya.

 

Mahasiswa menjalankan proses pendampingan dengan membuat berbagai materi promosi kreatif untuk mitra UMKM. Mereka memproduksi video promosi, merancang poster, mendesain spanduk, hingga menyusun strategi publikasi di berbagai media massa. Proses kerja ini melatih kemampuan teknis mahasiswa sekaligus mengasah kepekaan mereka terhadap kebutuhan nyata pelaku UMKM. Pelaku usaha membutuhkan strategi komunikasi pemasaran yang tepat sasaran agar mampu membangun citra positif dan memperluas jangkauan pasar mereka.

 

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya menjalankan proyek ini melalui kerja sama lintas generasi antar semester. Kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai tingkat semester menciptakan dinamika kerja tim yang efektif dan saling melengkapi. Mereka membagi peran mulai dari perencanaan konsep awal, proses produksi konten kreatif, hingga eksekusi strategi distribusi pesan kepada audiens target. Sinergi antar mahasiswa ini menjadi wujud nyata pembelajaran kolaboratif yang aplikatif dan berorientasi pada pencarian solusi masalah mitra bisnis.

 

Program studi melengkapi rangkaian Gebyar Karya ini dengan menyelenggarakan Seminar Nasional. Panitia menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang industri untuk membagikan ilmu praktis kepada peserta. I Komang Sujana selaku Perintis Kampung Jepang Surabaya membagikan pengalamannya membangun kawasan tematik dengan pendekatan budaya dan komunikasi visual. Syarif Usman sebagai Pemilik Rumah Batik Jawa Timur memaparkan pentingnya komunikasi autentik dalam menjaga eksistensi produk budaya lokal. Cahyo Husadaning Romo selaku Head of Production PT Kolaborasi Cipta Asik Kreas membagikan perspektif industri kreatif dari sisi manajemen produksi dan kolaborasi lintas disiplin ilmu.

 

Kegiatan terpadu ini mendorong mahasiswa memahami hubungan erat antara media, desain, dan ilmu komunikasi dalam dunia kerja profesional. Pendekatan pembelajaran berbasis proyek melatih mahasiswa berpikir secara kritis, bekerja dalam tim secara kolaboratif, serta cepat beradaptasi menghadapi tantangan dunia kerja yang sesungguhnya. Gebyar Karya dan Seminar Nasional mewujudkan komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya dalam menghadirkan sistem pembelajaran kontekstual yang membawa dampak positif. Kegiatan ini menghasilkan karya akademik bermutu sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMKM lokal. Program ini berhasil memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon praktisi komunikasi yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi. (Moch Dzikry Nur Alam)