13

Okt

Pencak Silat UNTAG Surabaya Ukir Prestasi Internasional di Korea Selatan

Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam membina mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga pengembangan minat dan bakat. Salah satu bentuk dukungan tersebut tampak melalui Program Studi Ilmu Komunikasi yang aktif mendorong lahirnya berbagai kegiatan positif di lingkungan kampus — termasuk cabang olahraga pencak silat. Dari sinilah muncul tim pencak silat UNTAG Surabaya yang baru-baru ini menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.

Tim pencak silat UNTAG Surabaya sukses meraih hasil gemilang pada ajang WOMAU International Martial Art Contest 2025 yang berlangsung pada 10–13 September 2025 di Kota Chungju, Korea Selatan. Ajang ini merupakan salah satu kompetisi bergengsi yang mempertemukan berbagai cabang bela diri dunia. Dalam kesempatan tersebut, tim UNTAG Surabaya berhasil membawa pulang 2 medali emas dan 2 perunggu.

Pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan juga bagian dari identitas budaya bangsa Indonesia yang telah mengakar kuat sejak berabad-abad silam. Berpadu antara gerak, irama, dan filosofi kehidupan, pencak silat lahir sebagai bentuk pertahanan diri sekaligus cerminan nilai-nilai luhur masyarakat Nusantara. Kini, pencak silat terus melaju menembus batas-batas negara, diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda UNESCO, dan dipertandingkan di berbagai ajang olahraga internasional.

Capaian ini tentu tidak hanya menjadi kebanggaan universitas, tetapi juga Indonesia di mata dunia. Apalagi, ini merupakan kali pertama tim pencak silat UNTAG Surabaya berkesempatan tampil di ajang internasional.

Hadi mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk mewakili Indonesia. Ia menyebut kemenangan ini memang belum yang paling maksimal, namun merupakan rezeki yang patut disyukuri. “Bisa ikut kejuaraan internasional pertama kali saja sudah sangat luar biasa bagi saya dan tim,” ujarnya.

Persiapan dilakukan sejak awal Juni, ketika tim mulai berkumpul secara rutin untuk berlatih. Meski begitu, perjalanan latihan tidak selalu mudah. Beberapa anggota tim memiliki kesibukan masing-masing, mulai dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang, hingga pekerjaan. Hal ini membuat mereka harus pintar-pintar mengatur waktu agar bisa berlatih bersama.

Di balik semua tantangan, Hadi menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci semangat tim. Orang tua, pelatih, serta rekan-rekan yang tidak berangkat ke Korea tetap memberikan dorongan moral agar tim tampil maksimal. Dukungan inilah yang membuat mereka mampu menghadapi tekanan menjelang pertandingan.

Menurut Hadi, momen paling menegangkan adalah sebelum pertandingan dimulai. Mereka sempat merasa gugup melihat kemampuan tim dari negara lain yang sudah lebih berpengalaman di ajang internasional. Namun, rasa gugup itu segera diatasi dengan fokus pada penampilan sendiri. Strategi yang digunakan pun sederhana: tetap percaya diri, kompak, dan memaksimalkan setiap tenaga yang dimiliki.

Keyakinan untuk menang semakin kuat setelah penampilan usai. Setiap anggota tim saling memberi dukungan sehingga hasil terbaik bisa dicapai. Meski begitu, Hadi tetap menekankan pentingnya tidak berpuas diri. Ia pribadi hanya berhasil meraih perunggu, sehingga masih ada target lebih besar di masa depan.

Hadi berharap kemenangan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain, terutama generasi muda yang masih berada di awal perkuliahan. Menurutnya, kesempatan untuk meraih prestasi tidak datang dua kali, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik. “Jangan takut bermimpi setinggi-tingginya. Dengan usaha dan semangat, kesempatan pasti akan datang,” pesannya.

Sebagai penutup, Hadi menyampaikan rasa terima kasih kepada pelatih, tim, serta orang-orang terdekat yang selalu mendukung. Baginya, pengalaman bertanding di luar negeri adalah pelajaran berharga sekaligus motivasi untuk terus berkembang. Ia pun menargetkan bisa meraih hasil yang lebih baik sebelum lulus dari UNTAG Surabaya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa pencak silat tidak hanya menjadi identitas budaya Indonesia, tetapi juga sarana mahasiswa untuk mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. (Rizka)

Refrensi:

https://www.antaranews.com/berita/4811509/apa-itu-pencak-silat-dan-tujuan-utama-mendalaminya