Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Agust
Surabaya — Prodi Ilmu
Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Nur Aini Alif Wahyudi,
terpilih sebagai The winner Informative Student Award dalam ajang Youth
Appreciation for Communication Awards (YACA) tahun 2025. Kategori Informative
Student Award menjadi salah satu kategori paling bergengsi dan kompetitif dalam
ajang Youth Appreciation for Communication Awards (YACA) 2025. Dari puluhan
mahasiswa hanya tiga nama terbaik yang berhasil menembus final dan memperoleh
gelar kehormatan atas kontribusi mereka dalam menyampaikan informasi secara
cerdas, akurat, dan membangun.
Penghargaan ini diberikan
kepada mahasiswa yang dinilai memiliki kemampuan terbaik dalam menyampaikan
informasi secara akurat, edukatif, dan bertanggung jawab, selain Nur Aini, masi
terdapat 2 mahasiswa lagi yang memperoleh penghargaan tersebut antara lain
adalah, Runner Up ke 2 Gresyela Agnes Relita (Astro), dan juga Runner Up yaitu,
Karina Sylvia Putri Hermayanthi (Riseracers).
Kegiatan puncak YACA 2025
dilangsungkan pada Sabtu, 28 Juni 2025 bertempat di Hotel Swiss Belinn Darmo
Surabaya Nominasi yang telah terpilih pada ajang acara yang meriah itu bukan
hanya sekedar menjadi pemenang saja, melainkan mereka juga membuktikan bahwasanya
pengetahuan mereka sangat bermanfaat bagi orang lain, kemudian, nama - nama
dari nominasi juga memiliki peran yang berbeda dalam menciptakan keberhasilan,
dan juga menyoroti peran penting mahasiswa dalam menyampaikan pesan yang mampu
mendorong perubahan sosial dan membangun kesadaran publik yang lebih luas.
Gelar The Winner diraih
oleh Nur Aini Alif Wahyudi, mahasiswi UNTAG Surabaya yang dinilai memiliki
keunggulan dalam menyampaikan sebuah pesan - pesan edukatif dengan pendekatan
yang komunikatif, sensitif terhadap isu sosial, dan dibangun atas dasar riset
yang valid. Nur Aini berhasil memukau para dewan juri dengan kemampuannya
merangkai data dan narasi menjadi informasi yang bukan hanya mudah dipahami,
tetapi juga menyentuh kesadaran audiens terhadap pentingnya literasi digital
dan etika dalam berkomunikasi.
Sementara itu, gelar Runner
diberikan kepada Karina Sylvia Putri Hermayanthi dari tim Riseracers. Karina
tampil kuat dengan strategi penyampaian pesan berbasis data, serta tema
komunikasi inklusif yang menyoroti berbagai kebutuhan mahasiswa dan teman – teman
yang seangkatan, selain itu, dalam menerima informasi publik. Karina menunjukkan konsistensi dalam pendekatan analitis
dan empatik yang menjadi kekuatannya.
Adapun
posisi Runner Up 2 diraih oleh Gresyela Agnes Relita dari tim Astro, yang
membawakan gagasan tentang komunikasi kreatif dalam isu lingkungan hidup,
menggabungkan teknik visual, gaya presentasi yang ekspresif, dan kemampuan
menggugah emosi audiens, serta kekompakan dan keakraban dengan seseorang yang
telah terjalin selama di kampus. Ketiga finalis ini tidak hanya berkompetisi
dalam aspek teknis, melainkan juga mencerminkan semangat mahasiswa komunikasi
sebagai agen perubahan yang mampu membentuk opini publik secara positif dan
bertanggung jawab. Pencapaian mereka menjadi bukti bahwa di tengah derasnya
arus informasi digital yang seringkali tak terkendali, masih ada mahasiswa yang
berdiri tegak sebagai penyampai informasi yang sehat, jujur, dan berpihak pada
kepentingan bersama. Keberhasilan mereka di ajang YACA 2025 diharapkan menjadi
inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan komunikasi
yang tidak hanya sekadar menyampaikan pesan, melainkan juga mampu memberi makna
dan menggerakkan masyarakat. (Revalani
Septania)