22

Agust

Informative Student Award Sebagai Ajang YACA 2025 Apresiasi Kurator Mahasiswa Pencari, Pengolah, dan

Surabaya — Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Nur Aini Alif Wahyudi, terpilih sebagai The winner Informative Student Award dalam ajang Youth Appreciation for Communication Awards (YACA) tahun 2025. Kategori Informative Student Award menjadi salah satu kategori paling bergengsi dan kompetitif dalam ajang Youth Appreciation for Communication Awards (YACA) 2025. Dari puluhan mahasiswa hanya tiga nama terbaik yang berhasil menembus final dan memperoleh gelar kehormatan atas kontribusi mereka dalam menyampaikan informasi secara cerdas, akurat, dan membangun.

Penghargaan ini diberikan kepada mahasiswa yang dinilai memiliki kemampuan terbaik dalam menyampaikan informasi secara akurat, edukatif, dan bertanggung jawab, selain Nur Aini, masi terdapat 2 mahasiswa lagi yang memperoleh penghargaan tersebut antara lain adalah, Runner Up ke 2 Gresyela Agnes Relita (Astro), dan juga Runner Up yaitu, Karina Sylvia Putri Hermayanthi (Riseracers).

Kegiatan puncak YACA 2025 dilangsungkan pada Sabtu, 28 Juni 2025 bertempat di Hotel Swiss Belinn Darmo Surabaya Nominasi yang telah terpilih pada ajang acara yang meriah itu bukan hanya sekedar menjadi pemenang saja, melainkan mereka juga membuktikan bahwasanya pengetahuan mereka sangat bermanfaat bagi orang lain, kemudian, nama - nama dari nominasi juga memiliki peran yang berbeda dalam menciptakan keberhasilan, dan juga menyoroti peran penting mahasiswa dalam menyampaikan pesan yang mampu mendorong perubahan sosial dan membangun kesadaran publik yang lebih luas.

Gelar The Winner diraih oleh Nur Aini Alif Wahyudi, mahasiswi UNTAG Surabaya yang dinilai memiliki keunggulan dalam menyampaikan sebuah pesan - pesan edukatif dengan pendekatan yang komunikatif, sensitif terhadap isu sosial, dan dibangun atas dasar riset yang valid. Nur Aini berhasil memukau para dewan juri dengan kemampuannya merangkai data dan narasi menjadi informasi yang bukan hanya mudah dipahami, tetapi juga menyentuh kesadaran audiens terhadap pentingnya literasi digital dan etika dalam berkomunikasi.

Sementara itu, gelar Runner diberikan kepada Karina Sylvia Putri Hermayanthi dari tim Riseracers. Karina tampil kuat dengan strategi penyampaian pesan berbasis data, serta tema komunikasi inklusif yang menyoroti berbagai kebutuhan mahasiswa dan teman – teman yang seangkatan, selain itu, dalam menerima informasi publik. Karina menunjukkan konsistensi dalam pendekatan analitis dan empatik yang menjadi kekuatannya.

Adapun posisi Runner Up 2 diraih oleh Gresyela Agnes Relita dari tim Astro, yang membawakan gagasan tentang komunikasi kreatif dalam isu lingkungan hidup, menggabungkan teknik visual, gaya presentasi yang ekspresif, dan kemampuan menggugah emosi audiens, serta kekompakan dan keakraban dengan seseorang yang telah terjalin selama di kampus. Ketiga finalis ini tidak hanya berkompetisi dalam aspek teknis, melainkan juga mencerminkan semangat mahasiswa komunikasi sebagai agen perubahan yang mampu membentuk opini publik secara positif dan bertanggung jawab. Pencapaian mereka menjadi bukti bahwa di tengah derasnya arus informasi digital yang seringkali tak terkendali, masih ada mahasiswa yang berdiri tegak sebagai penyampai informasi yang sehat, jujur, dan berpihak pada kepentingan bersama. Keberhasilan mereka di ajang YACA 2025 diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan komunikasi yang tidak hanya sekadar menyampaikan pesan, melainkan juga mampu memberi makna dan menggerakkan masyarakat. (Revalani Septania)