Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jan
Surabaya, 08 november 2025 - Film horor terbaru bertajuk Lembayung
berhasil mencuri perhatian publik sejak awal penayangannya di bioskop pada 19
September 2024. Dalam waktu hanya 18 hari, film ini berhasil menembus angka 1,5
juta penonton. Pencapaian tersebut menjadikan Lembayung sebagai salah
satu film horor Indonesia paling sukses di tahun 2024.
Kisah Lembayung diadaptasi dari thread viral di
platform X (Twitter) karya penulis anonim bernama @saturnras, yang sempat ramai
diperbincangkan karena ceritanya yang mencekam tentang “jin poli gigi”. Thread
tersebut menarik minat warganet karena mampu memadukan kisah medis dan horor
dengan cara yang realistis, menghadirkan ketegangan sekaligus menyentuh sisi
emosional pembaca.
Kesuksesan cerita tersebut di dunia maya membuat rumah
produksi lokal tertarik untuk mengangkatnya ke layar lebar. Sang penulis asli,
@saturnras, turut dilibatkan dalam proses penulisan naskah agar atmosfer dan
nuansa cerita versi daring tetap terjaga. Menurut pihak produksi, tantangan
utama dalam menggarap film ini adalah menghadirkan kisah horor yang tidak hanya
menakutkan, tetapi juga memiliki kedalaman karakter dan makna emosional.
Film Lembayung dibintangi oleh sejumlah aktor dan
aktris papan atas Indonesia. Arya Saloka berperan sebagai Dr. Raka, seorang
dokter muda idealis yang dihantui masa lalu kelam. Wulan Guritno tampil sebagai
Dr. Maya, sosok kepala medis yang berusaha menjaga kewarasan di tengah
kekacauan rumah sakit. Putri Ayudhya memerankan Suster Picha, perawat yang
menjadi saksi berbagai kejadian mistis, sementara Agini Haque hadir sebagai
Suster Arum, karakter misterius yang menyimpan rahasia besar.
Selain itu, Doni Alamsyah berperan sebagai Kepala Rumah
Sakit, figur otoriter yang menyembunyikan masa lalu gelap institusi medis
tersebut. Dua aktris lainnya, Aurelie Moeremans dan Anna Jobling, secara
bergantian memerankan Dr. Tantri, perawat senior yang menjadi kunci
pengungkapan misteri “jin poli gigi.” Kehadiran para aktor dan aktris tersebut
berhasil membangun chemistry yang kuat dan menghadirkan atmosfer tegang
sekaligus emosional sepanjang film.
Meski mengusung genre horor, Lembayung bukan sekadar
film yang menonjolkan adegan menakutkan atau efek kejutan semata. Film ini juga
mengangkat tema mendalam tentang rasa bersalah, kehilangan, serta batas antara
ilmu kedokteran dan spiritualitas. Sutradara menjelaskan bahwa setiap karakter
membawa luka dan beban emosional masing-masing, sehingga kisah ini tidak hanya
berbicara tentang teror makhluk halus, tetapi juga sisi gelap dalam diri
manusia. “Horor terbesar kadang bukan datang dari hantu, melainkan dari
perasaan bersalah yang kita bawa sendiri,” ungkapnya.
Sejak hari pertama penayangan, Lembayung menjadi
fenomena di media sosial. Tagar #LembayungTheMovie dan #JinPoliGigi sempat
menduduki trending topic di platform X. Banyak penonton membagikan pengalaman
mereka setelah menonton film ini, mulai dari yang mengaku sulit tidur hingga
merasa tersentuh oleh kisah kemanusiaan di balik kengerian film tersebut.
Warganet bahkan menyebut Lembayung sebagai “film horor dengan hati”
karena keberhasilannya menggabungkan ketegangan supranatural dengan pesan moral
yang kuat.
Dengan pencapaian luar biasa 1,5 juta penonton dalam 18 hari
Lembayung berhasil membuktikan bahwa film horor Indonesia mampu bersaing
tidak hanya dari sisi efek menakutkan, tetapi juga dalam penyampaian cerita
yang bermakna. Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa kreativitas dari dunia
digital dapat berkembang menjadi karya sinematik yang berkelas.(Sinta Dwi
Ayu Pitaloka)