05

Jan

Dari Thread Viral Jadi Film Horor yang Menyentuh Hati.

Surabaya, 08 november 2025 - Film horor terbaru bertajuk Lembayung berhasil mencuri perhatian publik sejak awal penayangannya di bioskop pada 19 September 2024. Dalam waktu hanya 18 hari, film ini berhasil menembus angka 1,5 juta penonton. Pencapaian tersebut menjadikan Lembayung sebagai salah satu film horor Indonesia paling sukses di tahun 2024.

Kisah Lembayung diadaptasi dari thread viral di platform X (Twitter) karya penulis anonim bernama @saturnras, yang sempat ramai diperbincangkan karena ceritanya yang mencekam tentang “jin poli gigi”. Thread tersebut menarik minat warganet karena mampu memadukan kisah medis dan horor dengan cara yang realistis, menghadirkan ketegangan sekaligus menyentuh sisi emosional pembaca.

Kesuksesan cerita tersebut di dunia maya membuat rumah produksi lokal tertarik untuk mengangkatnya ke layar lebar. Sang penulis asli, @saturnras, turut dilibatkan dalam proses penulisan naskah agar atmosfer dan nuansa cerita versi daring tetap terjaga. Menurut pihak produksi, tantangan utama dalam menggarap film ini adalah menghadirkan kisah horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga memiliki kedalaman karakter dan makna emosional.

Film Lembayung dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris papan atas Indonesia. Arya Saloka berperan sebagai Dr. Raka, seorang dokter muda idealis yang dihantui masa lalu kelam. Wulan Guritno tampil sebagai Dr. Maya, sosok kepala medis yang berusaha menjaga kewarasan di tengah kekacauan rumah sakit. Putri Ayudhya memerankan Suster Picha, perawat yang menjadi saksi berbagai kejadian mistis, sementara Agini Haque hadir sebagai Suster Arum, karakter misterius yang menyimpan rahasia besar.

 

Selain itu, Doni Alamsyah berperan sebagai Kepala Rumah Sakit, figur otoriter yang menyembunyikan masa lalu gelap institusi medis tersebut. Dua aktris lainnya, Aurelie Moeremans dan Anna Jobling, secara bergantian memerankan Dr. Tantri, perawat senior yang menjadi kunci pengungkapan misteri “jin poli gigi.” Kehadiran para aktor dan aktris tersebut berhasil membangun chemistry yang kuat dan menghadirkan atmosfer tegang sekaligus emosional sepanjang film.

Meski mengusung genre horor, Lembayung bukan sekadar film yang menonjolkan adegan menakutkan atau efek kejutan semata. Film ini juga mengangkat tema mendalam tentang rasa bersalah, kehilangan, serta batas antara ilmu kedokteran dan spiritualitas. Sutradara menjelaskan bahwa setiap karakter membawa luka dan beban emosional masing-masing, sehingga kisah ini tidak hanya berbicara tentang teror makhluk halus, tetapi juga sisi gelap dalam diri manusia. “Horor terbesar kadang bukan datang dari hantu, melainkan dari perasaan bersalah yang kita bawa sendiri,” ungkapnya.

Sejak hari pertama penayangan, Lembayung menjadi fenomena di media sosial. Tagar #LembayungTheMovie dan #JinPoliGigi sempat menduduki trending topic di platform X. Banyak penonton membagikan pengalaman mereka setelah menonton film ini, mulai dari yang mengaku sulit tidur hingga merasa tersentuh oleh kisah kemanusiaan di balik kengerian film tersebut. Warganet bahkan menyebut Lembayung sebagai “film horor dengan hati” karena keberhasilannya menggabungkan ketegangan supranatural dengan pesan moral yang kuat.

Dengan pencapaian luar biasa 1,5 juta penonton dalam 18 hari Lembayung berhasil membuktikan bahwa film horor Indonesia mampu bersaing tidak hanya dari sisi efek menakutkan, tetapi juga dalam penyampaian cerita yang bermakna. Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa kreativitas dari dunia digital dapat berkembang menjadi karya sinematik yang berkelas.(Sinta Dwi Ayu Pitaloka)