18

Des

Dari Surabaya ke Yogyakarta: Syahrial Fathur R.D Torehkan Prestasi Nasional dalam Digital Leadership

Prestasi kembali diraih oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. Kali ini datang dari Syahrial Fathur R.D, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, yang berhasil meraih Juara 2 dalam ajang National Digital Leadership Challenge – A Brief Case Analysis yang diselenggarakan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG mampu bersaing di ranah nasional dalam bidang analisis kasus dan kepemimpinan digital.

 

Syahrial mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi ini cukup kompleks, terutama karena jarak Surabaya–Yogyakarta yang membutuhkan persiapan mental dan akomodasi yang matang. Ia dan tim memulai dengan mempelajari syarat serta ketentuan lomba, memastikan strategi sesuai dengan format kompetisi. Namun tantangan terbesar muncul ketika memasuki babak final yang mencakup sesi debat, sementara mereka belum pernah berlatih debat secara khusus. “Kami belajar sistem kebut malam, dari jam 11 sampai jam 2–3 pagi demi menyiapkan strategi,” ungkapnya.

 

Dukungan dari dosen pembimbing, rekan satu tim, orang tua, serta teman-teman kampus menjadi penguat terbesar selama proses persiapan. Momen paling menegangkan menurut Syahrial adalah saat sesi presentasi dan debat—fase krusial di mana ia harus mempertahankan argumentasi di hadapan dewan juri dan bersaing melawan argumen tim lawan dalam waktu yang sangat terbatas.

 

Strategi yang digunakan di babak final cukup taktis. Syahrial dan tim fokus membaca mosi dengan cermat, kemudian mencari celah dari argumen lawan yang kurang menyoroti inti permasalahan. Pendekatan analitis ini menjadi kunci keberhasilan mereka meraih posisi juara.

 

Setelah kemenangan ini, Syahrial menargetkan pencapaian yang lebih tinggi: meraih Juara 1 di kompetisi selanjutnya, bahkan melangkah menuju ajang internasional. Ia juga berterima kasih kepada dosen pembimbing, kedua rekan timnya—Dzikry dan Ilham—serta keluarga yang selalu memberikan dukungan tanpa henti.

 

Kepada mahasiswa lainnya, Syahrial berpesan agar tidak memiliki “mental kepiting”. Menurutnya, setiap mahasiswa perlu saling mendukung, berani keluar dari zona nyaman, dan tetap percaya diri dalam setiap kompetisi. “Jangan malu bertanya, jangan gengsi. Kalau punya kompetensi, terus maju dan hadapi tantangannya,” pesannya.

 

Prestasi Syahrial menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya mampu bersinar dan memberi kontribusi nyata pada kampus melalui kompetisi nasional bergengsi.