Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Okt
Media massa dalam dunia modern saat ini adalah
salah satu faktor utama penggerak arus informasi komunikasi. Perkembangan media
massa dibagi menjadi tiga tahapan; yaitu media cetak, media elektronik, dan
media online. Dulu, wartawan atau
pers dikaitkan sebagai pekerjaan, tapi sekarang semua orang dapat menjadi
wartawan tanpa bekerja di media. Orang-orang ini disebut Citizen Journalism atau Jurnalis Warga. Jurnalis Warga tidak
memiliki latar belakang kerja di pers maupun media.
Disadari
atau tidak, Citizen Journalism
berkembang pesat. Bahkan lebih cepat dari kantor-kantor media resmi. Hal ini dikarenakan, Citizen Journalism tidak terikat suatu
kelompok dan sifatnya yang spontan, warga dapat melaporkan apa saja, dari mana
saja, kapan saja, dan untuk siapa saja.
Teknologi New Media, seperti media sosial dan
situs web, mempermudah serta mempercepat laju Citizen Journalism. Citizen
Journalism tidak memiliki langkah-langkah tertentu. Citizen Journalism belum mengembangkan kerangka kerja konseptual
ataupun prinsip-prinsip panduan. Jurnalisme ini umumnya bersifat subjektif,
dipenuhi opini jurnalis itu sendiri, tidak netral. Citizen Journalism bersifat partisipatif, kolaboratif, dan
demokratif. Sehingga hanya dapat dijadikan sebagai pelengkap, bukan rujukan
utama.
Sejarah
Citizen Journalism umumnya bermula dari negara-negara barat. Sekolah jurnalis
pertama berdiri di Perancis, bernama Ecole Superiure de Journalisme tahun 1899.
Ada yang berpendapat, sekolah jurnalis pertama adalah Missouri School of
Journalism. Sebelum berdirinya sekolah itu, tidak ada standardisasi untuk
menjadi seorang jurnalis atau wartawan.
Gagasan
bahwa setiap orang dapat menjadi jurnalis muncul saat peristiwa pemilu Amerika
Serikat tahun 1988. Salah satu peristiwa pemicu munculnya gagasan ini adalah
perselingkuhan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dengan sekretaris
pribadinya, Monica Lewinsky. Seorang jurnalis bernama Mark Drudge berhasil
mengabadikan peristiwa perselingkuhan itu lalu disebarluaskan melalui email.
Uniknya, Mark Drudge sempat menawarkan bukti perselingkuhan ke beberapa media
cetak besar Amerika Serikat, tapi tidak ada yang berani mempublikasikannya pada
masyarakat.
Terdapat
11 nilai sehingga sebuah isu dapat dianggap menjadi berita menurut para ahli.
Hal ini membantu kategorisasi Citizen
Journalism. Yaitu, dampak, bobot, kontroversi, emosi, tidak lazim,
menonjol, kedekatan, saat yang tepat, kecenderungan, manfaat, dan pendidikan.
Tahapan menjadi Citizen Journalism adalah melakukan riset, pilih temukan media
yang sesuai, bangun media, alat yang memadai, temukan sumber berita. (Amira)
Referensi:
Marwantika
M.I.Kom, Asna Istya dan Galih Akbar Prabowo M.A. 2023. Citizen Journalism: Teori,
Praktik, dan Model Literasi. Yogyakarta: Q Media.