07

Okt

Bukan Wartawan, Tapi Jago Buat Berita? Ternyata Ini Rahasia Citizen Journalism!

Media massa dalam dunia modern saat ini adalah salah satu faktor utama penggerak arus informasi komunikasi. Perkembangan media massa dibagi menjadi tiga tahapan; yaitu media cetak, media elektronik, dan media online. Dulu, wartawan atau pers dikaitkan sebagai pekerjaan, tapi sekarang semua orang dapat menjadi wartawan tanpa bekerja di media. Orang-orang ini disebut Citizen Journalism atau Jurnalis Warga. Jurnalis Warga tidak memiliki latar belakang kerja di pers maupun media.

          Disadari atau tidak, Citizen Journalism berkembang pesat. Bahkan lebih cepat dari kantor-kantor media resmi. Hal ini dikarenakan, Citizen Journalism tidak terikat suatu kelompok dan sifatnya yang spontan, warga dapat melaporkan apa saja, dari mana saja, kapan saja, dan untuk siapa saja.

          Teknologi New Media, seperti media sosial dan situs web, mempermudah serta mempercepat laju Citizen Journalism. Citizen Journalism tidak memiliki langkah-langkah tertentu. Citizen Journalism belum mengembangkan kerangka kerja konseptual ataupun prinsip-prinsip panduan. Jurnalisme ini umumnya bersifat subjektif, dipenuhi opini jurnalis itu sendiri, tidak netral. Citizen Journalism bersifat partisipatif, kolaboratif, dan demokratif. Sehingga hanya dapat dijadikan sebagai pelengkap, bukan rujukan utama.

          Sejarah Citizen Journalism umumnya bermula dari negara-negara barat. Sekolah jurnalis pertama berdiri di Perancis, bernama Ecole Superiure de Journalisme tahun 1899. Ada yang berpendapat, sekolah jurnalis pertama adalah Missouri School of Journalism. Sebelum berdirinya sekolah itu, tidak ada standardisasi untuk menjadi seorang jurnalis atau wartawan.

          Gagasan bahwa setiap orang dapat menjadi jurnalis muncul saat peristiwa pemilu Amerika Serikat tahun 1988. Salah satu peristiwa pemicu munculnya gagasan ini adalah perselingkuhan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dengan sekretaris pribadinya, Monica Lewinsky. Seorang jurnalis bernama Mark Drudge berhasil mengabadikan peristiwa perselingkuhan itu lalu disebarluaskan melalui email. Uniknya, Mark Drudge sempat menawarkan bukti perselingkuhan ke beberapa media cetak besar Amerika Serikat, tapi tidak ada yang berani mempublikasikannya pada masyarakat.

          Terdapat 11 nilai sehingga sebuah isu dapat dianggap menjadi berita menurut para ahli. Hal ini membantu kategorisasi Citizen Journalism. Yaitu, dampak, bobot, kontroversi, emosi, tidak lazim, menonjol, kedekatan, saat yang tepat, kecenderungan, manfaat, dan pendidikan. Tahapan menjadi Citizen Journalism adalah melakukan riset, pilih temukan media yang sesuai, bangun media, alat yang memadai, temukan sumber berita. (Amira)

          Referensi:

          Marwantika M.I.Kom, Asna Istya dan Galih Akbar Prabowo M.A. 2023. Citizen Journalism: Teori, Praktik, dan Model Literasi. Yogyakarta: Q Media.