Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Feb
Magelang International
Karate Championship yang berlangsung di Magelang pada 12–14 Desember 2025
menjadi salah satu ajang yang meninggalkan kesan bagi Andrew Raffael.
Bertanding di kategori kumite 55 kg senior putra, Andrew menjalani kompetisi
dengan pendekatan yang sederhana dengan latihan yang konsisten, menjaga kondisi
tubuh, dan menata mental agar tetap stabil saat bertanding.
Dalam keterangannya,
Andrew mengatakan persiapan menuju kejuaraan ia jalani dengan disiplin. Tidak
ada rumus instan, menurutnya, karena performa di arena lahir dari kebiasaan
yang dibangun jauh-jauh hari. “Persiapan yang saya lakukan yaitu konsisten berlatih
dan berlatih sebaik mungkin,” ujar Andrew. Ia menekankan bahwa konsistensi
bukan sekadar hadir latihan, tetapi juga memastikan setiap sesi dilakukan
dengan sungguh-sungguh.
Meski begitu, Andrew
mengakui ada tantangan yang selalu menghantui atlet menjelang pertandingan,
yaitu risiko cedera. Ia menyebut, tantangan terbesar selama latihan bukan soal
teknik atau lawan yang akan dihadapi, melainkan bagaimana menjaga tubuh tetap aman
sampai hari pertandingan tiba. “Tantangannya selama latihan paling cuma menjaga
diri agar tidak cedera sebelum pertandingan,” ucapnya. Karena itu, ia berusaha
menjaga pola latihan dan kondisi fisik agar tetap siap tanpa memaksakan diri
berlebihan.
Di balik proses
persiapan, dukungan keluarga menjadi bagian penting yang membuatnya lebih
yakin. Andrew menyebut saudara sebagai pihak yang paling banyak memberi
semangat selama masa latihan. “Sebenarnya untuk pertandingan kali ini, yang
paling banyak memberikan dukungan selama persiapan yaitu saudara,” katanya.
Bagi Andrew, dukungan yang dekat dan sederhana justru terasa besar karena hadir
setiap hari, terutama saat ia mulai lelah dan butuh dorongan untuk tetap fokus.
Saat memasuki
pertandingan, Andrew mengaku tidak merasa terbebani dengan tekanan. Ia memilih
menjaga suasana hati agar tetap nyaman, karena menurutnya kondisi mental
berpengaruh langsung pada cara berpikir dan mengambil keputusan di lapangan.
“Tidak ada yang membuat tegang, selama bisa menjaga mood tetap happy, saya
yakin semuanya berjalan dengan lancar,” ujarnya. Cara ini ia anggap membantu
agar tidak mudah terpancing emosi dan tetap tenang menghadapi berbagai situasi.
Terkait strategi
bertanding, Andrew menjelaskan bahwa ia tidak memakai satu pola yang sama untuk
semua lawan. Ia menilai setiap pertandingan punya karakter sendiri, sehingga
strategi harus menyesuaikan kondisi di lapangan. “Strateginya pasti beda-beda
tergantung siapa yang dihadapi, tinggal melihat situasi di lapangan dan bermain
menggunakan otak,” kata Andrew. Ia menekankan pentingnya membaca pergerakan
lawan, memilih momen yang tepat, dan mengambil keputusan cepat.
Usai kompetisi, Andrew
menyampaikan pesan kepada masyarakat, terutama mereka yang sedang berjuang
meraih target. Menurutnya, hasil baik selalu punya waktunya sendiri, asalkan
usaha dilakukan dengan serius. “Berlatihlah sekeras mungkin, karena semua pasti
ada masanya untuk berhasil,” ucapnya. Ia juga mengungkap target berikutnya,
yakni meraih emas dan mengharumkan nama kampus.
Andrew tidak lupa
menyampaikan terima kasih kepada pelatih, tim, dan orang-orang terdekat yang
mendukungnya. “Terima kasih untuk dukungan yang diberikan, sehingga itu membuat
saya termotivasi untuk juara,” katanya. Untuk generasi muda yang ingin mengikuti
jejaknya, Andrew berpesan agar tidak takut memulai dan berani bermimpi. “Jangan
pernah takut untuk memulai dan bermimpi. Kalau gagal, kita harus coba terus dan
tidak boleh menyerah,” ujarnya.
Kisah Andrew
menunjukkan bahwa prestasi di olahraga bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi
juga soal disiplin, menjaga kesehatan, dan mental yang terlatih. Dengan target
yang sudah ia pasang, Andrew berharap langkahnya ke depan bisa semakin kuat dan
membawa hasil yang lebih tinggi. (Moch Dzikry Nur Alam)