26

Feb

Andrew Raffael Tampil Gemilang di Magelang, Ukir Prestasi di Magelang International Karate Champions

Magelang International Karate Championship yang berlangsung di Magelang pada 12–14 Desember 2025 menjadi salah satu ajang yang meninggalkan kesan bagi Andrew Raffael. Bertanding di kategori kumite 55 kg senior putra, Andrew menjalani kompetisi dengan pendekatan yang sederhana dengan latihan yang konsisten, menjaga kondisi tubuh, dan menata mental agar tetap stabil saat bertanding.

Dalam keterangannya, Andrew mengatakan persiapan menuju kejuaraan ia jalani dengan disiplin. Tidak ada rumus instan, menurutnya, karena performa di arena lahir dari kebiasaan yang dibangun jauh-jauh hari. “Persiapan yang saya lakukan yaitu konsisten berlatih dan berlatih sebaik mungkin,” ujar Andrew. Ia menekankan bahwa konsistensi bukan sekadar hadir latihan, tetapi juga memastikan setiap sesi dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Meski begitu, Andrew mengakui ada tantangan yang selalu menghantui atlet menjelang pertandingan, yaitu risiko cedera. Ia menyebut, tantangan terbesar selama latihan bukan soal teknik atau lawan yang akan dihadapi, melainkan bagaimana menjaga tubuh tetap aman sampai hari pertandingan tiba. “Tantangannya selama latihan paling cuma menjaga diri agar tidak cedera sebelum pertandingan,” ucapnya. Karena itu, ia berusaha menjaga pola latihan dan kondisi fisik agar tetap siap tanpa memaksakan diri berlebihan.

Di balik proses persiapan, dukungan keluarga menjadi bagian penting yang membuatnya lebih yakin. Andrew menyebut saudara sebagai pihak yang paling banyak memberi semangat selama masa latihan. “Sebenarnya untuk pertandingan kali ini, yang paling banyak memberikan dukungan selama persiapan yaitu saudara,” katanya. Bagi Andrew, dukungan yang dekat dan sederhana justru terasa besar karena hadir setiap hari, terutama saat ia mulai lelah dan butuh dorongan untuk tetap fokus.

Saat memasuki pertandingan, Andrew mengaku tidak merasa terbebani dengan tekanan. Ia memilih menjaga suasana hati agar tetap nyaman, karena menurutnya kondisi mental berpengaruh langsung pada cara berpikir dan mengambil keputusan di lapangan. “Tidak ada yang membuat tegang, selama bisa menjaga mood tetap happy, saya yakin semuanya berjalan dengan lancar,” ujarnya. Cara ini ia anggap membantu agar tidak mudah terpancing emosi dan tetap tenang menghadapi berbagai situasi.

Terkait strategi bertanding, Andrew menjelaskan bahwa ia tidak memakai satu pola yang sama untuk semua lawan. Ia menilai setiap pertandingan punya karakter sendiri, sehingga strategi harus menyesuaikan kondisi di lapangan. “Strateginya pasti beda-beda tergantung siapa yang dihadapi, tinggal melihat situasi di lapangan dan bermain menggunakan otak,” kata Andrew. Ia menekankan pentingnya membaca pergerakan lawan, memilih momen yang tepat, dan mengambil keputusan cepat.

Usai kompetisi, Andrew menyampaikan pesan kepada masyarakat, terutama mereka yang sedang berjuang meraih target. Menurutnya, hasil baik selalu punya waktunya sendiri, asalkan usaha dilakukan dengan serius. “Berlatihlah sekeras mungkin, karena semua pasti ada masanya untuk berhasil,” ucapnya. Ia juga mengungkap target berikutnya, yakni meraih emas dan mengharumkan nama kampus.

Andrew tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada pelatih, tim, dan orang-orang terdekat yang mendukungnya. “Terima kasih untuk dukungan yang diberikan, sehingga itu membuat saya termotivasi untuk juara,” katanya. Untuk generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya, Andrew berpesan agar tidak takut memulai dan berani bermimpi. “Jangan pernah takut untuk memulai dan bermimpi. Kalau gagal, kita harus coba terus dan tidak boleh menyerah,” ujarnya.

Kisah Andrew menunjukkan bahwa prestasi di olahraga bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga soal disiplin, menjaga kesehatan, dan mental yang terlatih. Dengan target yang sudah ia pasang, Andrew berharap langkahnya ke depan bisa semakin kuat dan membawa hasil yang lebih tinggi. (Moch Dzikry Nur Alam)