06

Jul

199 Mahasiswa Ilkom Ujian Skripsi

Tahun ajaran semester genap 2022/2023, program studi ilmu komunikasi telah menerima sebanyak 199 mahasiswa pendaftar yang akan maju ke ujian skripsi yang dilaksanakan pada 19-21 Juni 2023 lalu. Ujian yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut itu telah sukses terlaksana dengan pembagian 15 sesi. Pukul 12.00 WIB sampai 17.00 WIB menjadi sembilan sesi. Sedangkan pada pukul 17.00 WIB sampai 21.00 WIB menjadi enam sesi.

Pelaksanaan ujian dilakukan selama 30 menit sudah termasuk presentasi dan tanya jawab. Yang dipaparkan mahasiswa saat sedang melakukan ujian adalah alasan melakukan penelitian, literatur dan teori apa yang digunakan untuk analisis, metode penelitian dan teknis pengerjaan, kemudian temuan apa yang paling penting untuk disampaikan.

Di dalam satu ruangan ujian, terdapat tiga dosen yang mendampingi mahasiswa, yakni; satu ketua sidang, dan dua dewan penguji. Menurut kaprodi (ketua program studi ilmu komunikasi) yakni Mohammad Insan Romadhan, S.I.Kom.,M.Med.Kom bercerita bahwa banyak sekali macam-macam mahasiswa saat sudah menyelesaikan sidang skripsinya.

Ada yang menangis, tertawa bahagia, lemas, pucat, dan lesu. Karena banyak sekali ekspresi dari mahasiswa ketika sudah keluar dari ruangan sidang, karena tergantung dari mahasiswa tersebut bisa mempertahankan argumennya atau tidak pada saat diuji. Pertanyaan yang ditanyakan oleh dosen penguji pun adalah seputar penelitian yang dilakukan mahasiswa itu sendiri.

Kabar membahagiakan pula, walaupun banyak mahasiswa yang menghadapi dilema saat ujian skripsi, mahasiswa ilmu komunikasi yang sudah mendaftar sebanyak 199 orang itu pun dinyatakan telah lulus dan saat ini sedang mempersiapkan untuk wisuda. Mahasiswa tinggal menyelesaikan revisi yang diminta dosen penguji, kemudian mendaftar yudisium dan mendaftar wisuda.

Selain itu sebanyak 199 mahasiswa yang akan melaksanakan wisuda yang diperkiran terlaksana pada Awal September 2023. Juga harus melengkapi publikasi artikel ilmiah, hasil tes TOEFL, sertifikat PKKMB, LSP, dan masih banyak lagi. ‘’Harapannya kalau mau mengerjakan skripsi jangan suka mendadak di akhir karena hasilnya tidak akan maksimal. Jadi harus paham akan tahap yang dilalui dan itu membuat mahasiswa lebih enak dan jangan baperan, biasanya mahasiswa kalau disuruh revisi baper atau mengeluh. Kan revisi itu merupakan perbaikan agar skripsi lebih baik lagi. Harapannya lagi untuk semester depan, yang belum lulus di semester ini bisa lulus di tahun depan, dan mahasiswa semester depan sendiri harapannya juga bisa lulus dengan serempak.’’ ujar Mohammad Insan Romadhan, S.I.Kom.,M.Med.Kom selaku kaprodi ilmu komunikasi. (Yulita Intania Putri Herawati)