NGABUBURIT ASIK DISKUSI BEDAH BUKU “RYAN TRANSFORMASI SANG JAGAL JOMBANG”

Rabu, 27 April 2022 - 11:59:58 WIB
Dibaca: 63 kali

NGABUBURIT ASIK DISKUSI BEDAH BUKU “RYAN TRANSFORMASI SANG JAGAL JOMBANG”

Ilmu Komunikasi Untag Surabaya menggelar acara ngabuburit sambil bedah buku “RYAN, Transformasi Sang Jagal Jombang” pada Kamis (21/04/2022). Acara ini dilaksanakan via zoom dengan TIGA narasumber. Yaitu Doan Widhiandono selaku penulis Buku dan dosen Ilkom Untag Surabaya, Drs. Jupriono, M.Si yang juga dosen Ilkom Untag Surabaya, dan Fathul Qorib selaku Dosen Unitri malang. Acara ini dibuka oleh dua dosen Ilkom Untag yaitu Fransisca Benedicta sebagai MC dan Dinda Lisna Amilia selaku moderator.

Kisah Ryan Jombang ini dikupas tuntas oleh dua Wartawan di Harian Disway Doan Widhiandono dan Noor Arief Prasetyo, mereka menerbitkan buku dengan judul “RYAN, Transformasi Sang Jagal Jombang”. Sebelum diterbitkan buku ini, tulisan investigai mengenai Ryan telah dimuat di media online tersebut secara berseri.

Ryan Jombang alias Very Idham Heryansyah merupakan dalang dari kasus pembunuhan berantai sebanyak 11 orang yang divonis hukuman mati oleh peradilan, peristiwa ini terkuak pada April 2009. Majelis hakim Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Ryan. Dari putusan tersebut Ryan terbukti bersalah atas kasus pembunuhan berantai terhadap 11 orang korban jiwa yang melayang.

Setelah menjelaskan bagaimana cuplikan isi buku, proses selama wawancara berlangsung hingga buku ini terbit dan tanggapan dari 2 narasumber lai, sesi pertanyaan untuk mahasiswa di buka. Adinda mahasiswa Untag menanggapi dan bertanya bahwa “apakah masih ada bayang-bayang Ryan setelah membunuh beberapa orang dengan melakukan taubat?”

Menurut Doan pertanyaan tersebut pernah ditanyakan kepada Ryan dan jawaban Ryan dia tidak akan pernah melupakan hal tersebut “saya tidak akan pernah melupakan kejadian tersebut tetapi yang jelas saya bertaubat atas apa yang saya lakukan beberpa tahun lalu” ujar Ryan. Afifah Salah satu mahasiswa Untag juga menanggapi acara bedah buku tersebut dan bertanya kepada narasumber bagaimana mengetahui teknik atau cara khusus untuk Pak Doan dan tim dalam menarik narasumber agar mereka bisa menjawab secara terperinci dalam menggali informasi seperti wawancara dengan Ibu Siatun yang biasa dikenal Ibu dari Ryan Jombang” begitu pertanyaan Afifah.

“Saya kebetulan suka menulis feature, jadi dalam wawancara saya menganggap ini adalah sebuah obrolan, jadi teknik menggali info secara terperinci itu sama seperti anda curhat dengan sahabat. Karna tujuan utama wawancara itu untuk membuat orang berbicara, bahwa yang dibicarakan adalah fakta, data, klarifikasi. Itu semua termasuk softskill yang harus dimiliki oleh jurnalis, agar bisa membuat orang berbicara sampai dengan hal-hal yang sensitif. Kebetulan Ibu Siatun termasuk lambat dalam menanggapi jadi kami pelan-pelan mengajak ngobrol se sering mungkin hingga semakin dekat obrolan kita sampai pada akhirnya kita berani menanyakan hal sensitif dan menaruh kepercayaan kepada kami dan beliau sadar bahwa yang diceritakan ini juga akan dikutip oleh media” jawab Doan.

Bedah buku “RYAN, Transformasi Sang Jagal Jombang” ini dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa Ilkom Untag. Para mahasiswa Nampak antusias dengan memenuhi sesi tanya jawab seputar buku yang ditulis oleh dosen mereka, Doan Widhiandono tersebut. (SW)


Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya