Umar, Tunadaksa Wisudawan Terbaik FISIP UNTAG Surabaya

Rabu, 13 Maret 2019 - 13:19:42 WIB
Dibaca: 95 kali

Keterbatasan fisik bukan halangan untuk berprestasi. Hal tersebut dibuktikan langsung oleh Umar, pemuda Surabaya yang terlahir sebagai tunadaksa. Ukuran lengannya lebih pendek dibanding kebanyakan orang. Meski begitu, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya itu memiliki segudang prestasi. Salah satunya mendapat juara 2 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Kopertis Wilayah VII Jawa timur dan juara tiga dalam kompetisi tingkat Nasional bertajuk Public Relations Fair 2019.

Dengan seabrek prestasi yang telah diraih, tak mengherankan apabila ia kemudian meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untag Surabaya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95. Umar dikukuhkan sebagai Sarjana Ilmu Komunikasi pada Pagelaran Wisuda Untag Surabaya ke 118, Sabtu (9/3). Ia menjadi wisudawan tunadaksa pertama yang meraih gelar lulusan terbaik di Untag Surabaya.

Pemuda kelahiran kota Jeddah ini mengaku bangga bisa berkuliah di Untag Surabaya. Menurutnya, sebagai Kampus Nasionalis dan Kampus Merah Putih, Untag Surabaya merangkul keberagaman dan Umar merupakan salah satu wajah dari keberagaman tersebut. “Ketika PTS lain menolak saya karena meragukan kemampuan saya, Untag Surabaya membuka tangan untuk saya. Saya bangga bisa menimba ilmu di Untag Surabaya,” ungkapnya saat berkesempatan memberikan pidato dalam Pagelaran Wisuda yang terlaksana di Lapangan Parkir Utara Untag Surabaya tersebut.

Meski selalu tampil percaya diri, kehidupan Umar tidak semulus yang dibayangkan. Sejak kecil, ia mengalami tekanan batin karena cacian dan hinaan teman sebaya, senior, orangtua temannya dan bahkan orang tak dikenal. “Untuk berada diposisi ini saya mengalami jatuh bangun. Kehidupan saya tidak semulus yang teman-teman wisudawan bayangkan. Dengan fisik yang berbeda, sejak kecil saya mengalami tekanan batin karena bully, cacian dan hinaan,” tuturnya. Namun ia menjadikan olokan itu sebagai motivasi untuk menjadikan dirinya lebih baik.

Pagelaran wisuda kali ini mengangkat tema “GraduAttitude” yang berarti Lulusan Berkarakter. Ia kemudian berharap ini bukan hanya sekedar tema, melainkan menjadi harapan akan bagaimana kedepan para wisudawan bertindak dengan gelar akademik yang diraih, misalnya pada penyandang disabilitas. “Bukan kasihan yang saya dan mereka inginkan, tetapi rangkulan tangan pertanda kita sama,” harapnya. Lebih lanjut ia berujar, “Kita harus menjadi ‘Masyarakat Inklusif’ dimana setiap orang bisa diberikan hak dan kesempatan yang sama, terutama dibidang pendidikan karena pendidikan adalah usaha sadar dan usaha dasar dalam memanusiakan manusia.” (ua/aep)

 

Sumber: https://www.untag-sby.ac.id/berita-2268-umar-tunadaksa-wisudawan-terbaik-fisip-untag-surabaya.html