FISIP Menjadi Salah Satu Narasumber Dalam International Conference

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNTAG Surabaya hadiri The International Conference on Regional Culture di Universitas Negeri Jember (UNEJ) dengan tema “The Challenges Of Culture Revitalization In The 2015 ASEAN Economic Comunity Era” (8-9/10/2014) dan FISIP menjadi salah satu pemateri.

Acara yang bertujuan mempertahankan dan memberdayakan kebudayaan daerah dalam  menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN 2015 tersebut selain dihadiri oleh FISIP juga dihadiri beberapa universitas luar negeri diantaranya: Korea, Amarika, Kanada, Selandia Baru dan Swedia. Acara tersebut juga menampilkan 140 judul makalah dari berbagai universitas dan FISIP sendiri mempresentasikan 3 judul makalah dari masing-masing program studi (Prodi).

“FISIP sangat berperan dalam acara tersebut dengan menampilkan 3 judul makalah. Ketiga judul makalah tersebut mempersentasikan kekuatan dari masing-masing Prodi di FISIP. Makalah pertama dari Administrasi Negera yang menjelaskan tentang bagaimana memetakan konflik di 38 kabupaten di Jawa Timur yang diharapkan menemukan model penyelesaian konflik sosial. Makalah kedua dari Administrasi Niaga yang menjelaskan tentang bagaimana memanfaatkan kekayaan potensi lokal sebagai basis mengembangkan industri kreatif termasuk pariwisata, dan yang ketiga makalah dari Ilmu Komunikasi yaitu mengupas nilai-nilai konstruktif, distruktif dan delematik yang ada di dalam epos besar Ramayana dan Mahabarata. Dalam acara tersebut FISIP mencoba mengaplikasikan keilmuan masing-masing dari tiga prodi yang diharapkan memberikan kontribusi yang bagus dalam acara intenational conference tentang lokal culture,” kata Drs. D. Jupriono, M.Si Kaprodi Ilmu Komunikasi yang juga pemateri dalam acara International Conference.

Setelah acara tersebut FISIP akan menjalin kerjasama yang lebih intens dengan universitas luar negeri tentang penelitian, penulisan jurnal, sampai penyelenggarakan pendidikan kurikulum

“Diharapkan mahasiswa FISIP bisa memperoleh kelebihan didalam perkuliahan salah satunya program double degre. Jadi ijazah yang dikantongi mahasiswa ada dua yaitu dari UNTAG dan universitas luar negeri. Ini merupakan nilai jual yang lebih perspektif bersaing di pasar kerja,” lanjut beliau

Sumber Berita: warta17agustus.com

Bagikan

Comments (0)

Silahkan Tinggalkan Komentar